Sudah Keduluan Orang

Waktu kecil, waktu masih duduk di atas karpet bau nan berdebu, karpet hijau alas madrasah, senang sekali mendengarkan uraian guru ngaji. Tidak tahu kenapa waktu itu ngaji saya khusyuk sekali. Semangat, bahkan kalau bisa, semua kata guru ngaji mau saya catat. Kitab yang sangat saya suka adalah Ta'limul Muta'alim. Saya suka karena isinya sangat berguna, mengandung bimbingan bagi para pelajar yang menginginkan manfaat ilmunya.

Satu saran yang susah saya lupakan dari kitab itu adalah, jika ingin ilmu bermanfaat, maka pilihlah ilmul hal. Ilmul hal adalah ilmu yang dibutuhkan sekarang, ilmu petunjuk tentang segala perilaku yang banyak dilakukan sekarang. Seperti ilmu ibadah dan akhlaq. Mempelajari ilmu semacam ini cukup menyenangkan, karena yang kita pelajari dekat dengan keseharian. Karena ilmu yang kita pelajari adalah apa yang biasa kita lakukan. Terkadang saya berpikir buat menyusun buku-buku demikian. Buku yang membicarakan tentang keseharian, yang ringan-ringan, hal-hal yang biasa dilakukan kebanyakan orang--seperti mencuci, memasak, mengepel, menyapukan lantai, yang begitu-begitu, yang sederhana-sederhana saja. Juga tentang pergaulan, cara berbicara dengan orang, cara berpakaian. Dengan bahasa sederhana, uraian sederhana, contoh sederhana, pasti mudah diterima pembaca.

Akan tetapi sialan. Saya sudah keduluan orang. Sudah ada buku "Salon Kepribadian". Iya, ini buku isinya sangat keseharian. Ini saya buka sembarangan. Langsung membuka halaman 155. Membahas mulimah Big Boss. Muslimah tukang perintah. Apa-apa nyuruh. Apa-apa nyuruh. Padahal dirinya sendiri bisa, padahal, dia tahu orang lain sedang kerja, dan padahal, dia bukan seorang pemegang aturan. Nah, hal remeh semacam inilah yang dibahas. Tapi setelah baca buku ini, saya renungkan, ternyata tidak remeh juga. Muslimah tukang perintah memang menyebalkan.


Related Posts:

0 Response to "Sudah Keduluan Orang"

Post a Comment