Ayah
Mencintaimu, juga bundamu
Kamu ingin menjadi pesepak bola kelas dunia?
Baiklah, ayah mengantarmu ke sana
Ke negeri kincir angin
Belanda
Kemudian biar buat belajar betah
Ayah menyertaimu, tapi tak lama, dua minggu saja
Ayah harus pulang...
Nak!
Yang baik-baik ya, berlatihlah tekun
Jangan abaikan kesehatanmu, ayah menunggu
Terus menunggu, akan terus menunggu, suatu saat, ketika menyaksikanmu,
Mencetak ratusan gool
Mengalahkan Argentina, Spanyol, Jerman, Belanda,
Kemudian,
Tanah air kita harum, setelah sekian tahun putus asa
Terasing, gagap
Dari pergaulan piala dunia
Ayah pulang ya Nak
Sungguh berat
Setelah pesawat lepas landas, meninggalkan bandara
Sesungguhnya....
Hati ayah kelu, menanggung rindu--rindu yang menyundul-nyundul
Ke jantung dan paru-paru
Beban kesedihan ini, begitu berat Nak, ayah tak tahan...
Di kursi pesawat
Sedih tak tertanggungkan, air mata berjatuhan
Ini kali berikutnya lagi ayah menangis untuk seorang putra
Setelah sekian lama tidak, semenjak genangan air mata pertama, pada hari itu, hari-hari penuh kecemasan saat dokter memvonis kesehatanmu bermasalah...
Kamu adalah anak laki-laki ayah
Satu-satunya
Yang nyaris tak sehari pun lewat
Melainkan ayah, melihat rambut lurusmu yang
Selurus semangatmu
Dan gairah menyala, untuk memenangkan pertarungan hidup
Di mana pun, seperti ayah selalu pompakan
Dengan kata dan kesiapan, mengantarmu, ke mana pun
Karena saking inginnya ayah
Menjadi ayah
Seperti yang ayah inginkan dalam imajinasi ayah
Ayah terbaik di dunia
Kamu tahu Nak, tanpa kamu, di tanah air rasanya sendiri
Sepi, sepi sekali
Di tangga rumah yang biasanya, ayah dengar langkah semangatmu saat naik
Kini sunyi
Petikan gitarmu ayah rindukan
Ayahlah yang meninggalkanmu di sana
Tapi rasanya, kamu yang meninggalkan ayah di sini,
Di depan layar laptop
Diam membeku,
Hanya ada kembang kempis dada, menarik menghembuskan nafas
Merindukan seorang anak
Hati ayah tertinggal di sana, bersamamu,
Masih mendampingimu
Berdiri
Di ambang jendela apartemen kita
Menikmati pemandangan luar, kanal-kanal yang mengalir tenang
Membelah kota
0 Response to "PETIKAN GITARMU AYAH RINDUKAN"
Post a Comment