SULAP ANEH LUCU

Ini ada sulap dari Jepang, lucu sekali. Ada orang ditembak sampai dadanya bolong, sampai yang nembaknya terkaget-kaget, kemudian dibongkar rahasianya. Kemudian orang mau naik sepeda tinggi di samping mobil, tapi mobilnya maju, sepedanya tidak, dan tangan orang itu melekat ke dinding mobil, jadinya melayang-layang kebawa mobi, dibuka juga rahasianya. Trus ada kakek-kakek melukis dalam ruangan, datang ke sana orang yang mau dilukis, duduk, dan ketika si kakek melukis, setengah badannya, dari pinggang ke atas bergeser ke kanan sampai lepas. Yang dilukis kaget luar biasa, malah waktu yang dilukiskan sepasang kakek nenek, mereka sampai mau minggat saking takutnya. Bagaimana rahasianya? Saksikan saja sendiri videonya nih.....



Related Posts:

Menjadi Ibu Penuh Kasih Sayang

Keampuhan cerita dalam menyampaikan pesan, telah terpercaya sepanjang jaman. Para orang tua dahulu, mengajarkan pepatah kepada anak-anak melalui cerita. Sekarang kita mengenal banyak cerita rakyat, itu susunan para orang tua sebagai media mereka menyampaikan pesan kepada anak-anaknya. Dari tanah Sunda, kita mengenal kisah Si Kabayan, di dalamnya mengandung banyak pesan sederhana tentang mencintai alam, tentang kepolosan seorang desa, tentang kepasrahan, penerimaan, kemalasan, dan berbagai pelajaran moral lain yang bisa dipetik orang.

Dari daerah lain, kita mendengar kisah Lebai Malang dari Sumatra Barat mengandung pesan pentingnya fokus dalam bekerja. Saat kita sudah menetapkan sebuah tujuan, maka jika ingin sukses, fokus seharusnya hanya kepada tujuan itu. Ketika tujuan menjadi bercabang-cabang, maka takkan satu tujuan pun akan tercapai dengan baik. Ketika seseorang memburu dua kelinci makan takkan mendapatkan seekor kelinci pun.

Asma Nadia mau menyampaikan pesan kepada para Ibu, kepada para orang tua. Ingin menyampaikan berbagai hal tentang ilmu keorangtuaan, dan dia menyampaikannya dengan cerita. Cerita dari banyak orang tua yang disampaikan kepadanya melalui email, kemudian mendapatkan pengeditan menjadi tulisan dengan "rasa" Asma Nadia, yang sudah khas punya kelembutan dalam menyampaikan pesan.

"La Tahzan For Mother" begitulah judul buku ini pada mulanya, saat diterbitakn Lingkar Pena. Diterbitkan ulang oleh Asma Nadia Publishing House menjadi Catatan Hati Ibunda, cukup mendapatkan respon bagus dari pembaca. Memang saat saya sendiri membaca, kisah-kisah di dalamnya mengalir lancar. Sambil merasakan penasaran, membaca dari lembar ke lembar, dari halaman ke halaman, saya mendapatkan banyak hal, terutama tentang bagaimana mendidik anak dengan kasih sayang.


Related Posts:

TIPS TERJITU BERHENTI MEROKOK

1. Merokok sambil telentang di tengah tol Cipularang.
2. Merokok sambil ngopi cappucino campur racun tikus.
3. Merokok sambil baring di rel kereta dari pagi jam 07.00 sampai jam 12.00
4. Merokok sambil memotong urat leher.
5. Merokok sambil pegang pistol berisi peluru, arahkan ke batok kepala sendiri dan tembak.
6. Merokok sambil loncat puncak gedung lantai 50
7. Merokok sambil di pabrik penggorengan kerupuk, trus pas minyak lagi panas-panasnya masuk kuali besar.
8. Merokok di atas pohon, tali terikat ke dahan dan ke leher, trus loncat. Usahakan sampai menggantung.
9. Dengan cutter, sayatlah bibir Anda sampai hilang, bobok juga gigi dengan palu sampai habis, maka Anda akan berhenti merokok.
10. Merokok sambil menekankan leher ke mesin gergaji.



Related Posts:

Moush

Pagi bangun menyalakan komputer, menggerakkan moush, panah di layar tidak bergerak. Kabel moush ditarik, putus. Semprull!!!! dasar tikus brengsek! Sudah beberapa komputer kehilangan moush gara-gara si tikus. Sudah beberapa kali beli moush. Jelas ini pemborosan.

Saya pikir-pikir kok rasanya manusia itu tidak berdaya sekali. Tikus itu sebesar apa. Kok rasanya pusing sekali melawan makhluk satu ini. Saya kumpulkan jatah susu ultra di meja buat anak saya nanti oleh-oleh pulang, mereka gigit sampai bocor sampai bolong-bolong. Lupa menyimpan pizza di meja, ditinggal shalat Isya, kembali ke meja kerja sudah tak ada, pizza itu tergeletak di lantai. Dan sekarang moush, kabel putus. Apa yang harus saya lakukan buat membasmi tikus ini.

Meja ini tersimpan berderetan satu dengan lainnya, memberi tikus tempat persembunyian. Dari sanalah mereka bergerilya. Bersembunyi saat banyak orang lalu malam, keluar melakukan agresi. Haruskah saya bongkar, kemudian tikus-tikus itu, saya buru sampai musnah?

Sementara ini, belum mungkin! Dan minta moush baru pun, saya malu. Kasihan perusahaan. Maka solusi termudah, adalah memperbaikinya. Masih bisa diselamatkan.

Memang cukup putus asa, saat melihat kabelnya kecil, kemudian di dalamnya, terkandung kabel lebih kecil-kecil. Sangat rumit jika disambungkan. Tapi saya coba. Kabel putus itu saya kuliti dengan gunting, hingga tampak juluran kabel kecil bagian dalamnya. Beruntung sekali, kabel itu berbeda beda warna. Jadi saya tahu, mana yang harus disambung yang mana. Sebuah korek saya pakai, buat bakar kabel kecil didalanya sampai terbuka. Saya coba sambungkan, dan sukses. Moush kembali berfungsi.

Related Posts:

MENGAPA ORANG INI SUKSES BERHENTI MEROKOK?

Kisah singkat ini saya dedikasikan, buat Anda semua para perokok, yang ingin berhenti tapi sampai sekarang, masih belum bisa. Semoga jadi solusi. Ini kisah nyata.


Dia seorang guru. Tampan, masih muda, meski uban telah banyak. Sangat maniak rokok. Sampai-sampai, saat menegur para siswa yang perokok, dia melakukannya sambil merokok.


Dan luar biasa, dari seorang penggila rokok, dia bisa berhenti total. Tidak merokok lagi. Benar! Ini luar biasa! Sebuah kejadian telah mengubahnya. Yaitu pagi hari, saat mengepel lantai, dia rasakan jantungnya sakit, jatuh terjungkal, dan meninggal.

Dia pun berhenti merokok!

Related Posts:

SELAMATKAN SAMPAH!! SELAMATKAN PUNTUNG ROKOK!!

Sampah harus dibuang, dan setiap sampah harus terima dirinya terbuang
Karenanya, setiap kali numpuk di dapur: Sampah segala macam, plastik makanan
Nasi basi, kulit buah
Kertas-kertas
Saya jejalkan ke dalam keresek besar, pake kaki
Menyingkirkannya ke depan ruko, biar dibawa petugas kebersihan, sampah kan harus dibuang
Dibiarkan dalam ruangan, bisa bau
Mengotori
Itu sekelumit saja cerita saya tentang sampah
Biasa saja, pada mulanya
Tapi, kemudian saya menemukan keajaiban, haha
Ternyata,
Tidak semua sampah terima dirinya harus dibuang, ada juga sampah unik
Ini sampah gak tau diri, mungkin ini sejenis sampah percaya diri
Tak sadar dirinya sampah
Waktu dibuang dia gak terima, dan
Beberapa orang entah kenapa minta kasih sayang supaya sampah itu dikembalikan ke rumah

Sampah yang dibela itu antara lain puntung rokok
Rokok kretek

Oh jangan dibuang, itu tembakaunya masih ada
Dilinting lagi, dibakar,
Dijilat-jilat apinya
Enak
"Pernah ada tuh yang kayak gitu, kerjanya ngambil puntung rokok, trus diambil tembakaunya, dia rokok lagi, buset dah. Anjir. Bau banget," kata teman saya yang perokok.
Meski perokok, dia jijik puntung rokok diambil lagi
Eh tapi gak nyangka
Ternyata para penyayang puntung rokok sangat banyak

Bagaimana menurutku?
Sebagai warga negara demokrasi
Yang menganut kebenaran berada pada suara terbanyak
Jika memang pendukung sampah dan puntung rokok banyak, baiklah
Saya akan teriak
Selamatkan puntung rokok! Selamatkan sampah
Kembalikan ke rumah
Makan!!!

Related Posts:

WIRO JOMBLO TERAKREDITASI

Yang saya suka dari Wiro, dia itu orangnya happy. Dan kerja rutinnya dari hari ke hari adalah, membuat status jomblo positif dan menghibur. Dengan kreativitas, apapun dianggapnya sebagai dukungan terhadap jomblo. Tidak satu pun lembaga dibangun pemerintah untuk menanggulangi masalah jomblo, tapi Wiro yakin, sebenarnya RSJ itu dibangun buat jomblo. Menurut Wiro, pada mulanya RSJ bukan Rumah sakit Jiwa, tapi Rumah Singgah Jomblo. Dan setiap singkatan yang ada J-nya, baik program pemerintah atau pun lembaga, menurut Wiro itu diadakan sebagai tanda kepedulian masyarakat kepada jomblo.

Misal sekarang ada BPJS, menurutnya itu adalah Badan Penanggulangan Jomblo Stress. Tahun sembilan puluhan ada program buat anak sekolah, Senam Kesegaran Jasmani. Tidak, kata Wiro, sebenarnya itu diperuntukkan buat jomblo, Senam Kesegaran Jomblo. Bagaimana dengan BJ. Habibie? Dengan semangat Wiro menjawab itu presiden RI kedua. Mendengar itu, tiba-tiba sebuah truk menyalip dari arah kiri, sesosok gambar orang tua melambaikan tangan, "Piye kabare. Penak jamanku to.." melihat beliau Wiro langsung sadar, BJ. Habibie presiden RI ketiga.

Parahnya, dari lembaga-lembaga, lama-lama Wiro berpikir buat menggasak dan membajak nama orang. Setiap nama yang ada "Jo" nya sebenarnya itu singkatan dari Jomblo. Joni, Jomblo suka Makaroni. Johan, Jomblo Bertahan. Josep, Jomblo Nyungsep. Ojo, Orang Jomblo. Jonas, Jomblo Na'as. Jonru, Jomblo Rumahan. Jombi, Jomblo Newbie. Jokowi, Presiden NKRI Harga Mati.

Kehabisan singkatan J dan nama orang bersuku kata "Jo", Wiro masih ngeyel, semua singkatan berhuruf "D" dia anggap buat Jomblo. EYD, Eyang Yang Djomblo. DBD, Demam Bersebab Djomblo. SD, Sekolah Djomblo. DKI, Djomblo Keren Indonesia. DPR, Djomblo Perwakilan Rakyat.

Karena pengetahuannya yang luas dan positifnya pandangan dia terhadap status jomblo beserta segala apresiasinya, maka resmilah Wiro dinobatkan sebagai jomblo terakreditasi.

Related Posts:

JULIAN TONI SEORANG PENGGALI SUMUR

Seorang penulis dari padang, hanya penulis di facebook, tapi karyanya telah dibukukan. Saya sangat menghargainya sebab dia pun pandai menghargai tulisan orang lain. Julian Toni nama dia, tidak tahu juga nama sebenarnya. Apakah Juli Antoni atau Julian Toni, tidak tahu. Tak ada urusan penting dengan nama, saya berurusan dengan orangnya.  Saat santai di kafe--kafe yang saya bangun sendiri dengan modal nol rupiah-- yaitu Kafe Curcol, saya mengajukan pertanyaan, "Anda baru saja membaca buku apa?"

Julian menjawab, "101 Dosa Penulis Pemula, Kang. Tapi... nggak sekedar mengulik ilmu di dalamnya doang. Ada sesuatu yang Jul cari di buku ini. Cieee... ini beneran. Buku ini seperti tanah lunak... gali, gali, gali, semakin ada saja yang bisa digali. Sementara ini sekarang fokus ke buku ini dulu."

Membaca komentarnya, saya seperti diingatkan. Memang benar, Pak Isa itu wawasannya luas. Jadi saat berbicara tentang kepenulisan, dia pun akan membicakan banyak hal tanpa menlenceng dari apa yang dibahas. Yang menarik, contoh-contoh yang dikemukakannya adalah sesuatu yang disukai banyak orang: film-film. Buat contoh cerita menarik, ide-ide brilian dia banyak mencontohkan ide-ide cerita film. Baca saja sendiri bukunya. Mengasyikkan.

Memang begitu gaya Pak Isa. Cara menulis dia tak jauh beda dari gaya ngobrolnya. Dalam perjalanan ke gunung puntang, saat mobil ngos-ngosan mendaki, saya malah asyik mendengarkan obrolan Pak Isa. Dia banyak baca, dan bacaannya aneh-aneh. Misalnya dia pernah membaca buku--kalau tidak salah judulnya "1001 Cara Mati". Dia ceritakan ada wanita mancing, trus ada ikan nyangkut, dia tarik keras, ikan melayang, melesak ke mulut. Tidak bisa bernafas dan mati. Trus ada juga seorang yang hendak dihukum mati oleh tiga orang penembak, namun karena tiga orang ini merupakan temannya, senapan mereka tidak diisi dengan peluru, hanya mesiu yang bisa menimbulkan suara ledakan, dan saat senjata itu diledakkan, suara keras terdengar, dan orang itu jatuh, padahal tidak ada peluru yang menembaknya. Hanya karena dia yakin itu senjata ada pelurunya, trus pas meledak dia kaget, langsung meninggal karena serangan jantung.

Yang lebih mengasyikkan dan saya kira, ini menambah keimanan, saat Pak Isa mengatakan, bahwa kita jangan pernah menantang Allah. Karena itu suka kejadian. Banyak sejarah membuktikan. Titanic waktu berangkat nakhodanya sesumbar, "Tuhan Pun Tidak Akan Mampu Menenggelamkan Kapal Ini." eh tenggelam. Trus juga ada kapal Chalengger, itu kan artinya menantang. Eh meledak, langsung kebakaran sebelum sempat terbang. Jadi kita pun gak boleh begitu, gak boleh sok-sokan. Nabi saja ditegor pas janji tidak pake Insya Allah. Kan ada orang nanya, berapa jumlah pemuda Ashabul Kahfi, trus Nabi bilang akan dijawab besok tanpa menyebut insya Allah, langsung turun ayat menegornya.

Obrolan itu berlangsung setelah Pak Isa membaca cerpen-cerpen peserta Kemping Kepenulisan dengan segala kritikan yang ingin dia sampaikan dalam materi nanti. Ya, begitulah Pak Isa kurang lebih. Tulisan atau obrolan sama asyik. Jadi bener Kata Pak Julian, tulisan Pak Isa itu banyak sesuatu di dalamnya jika kita mau menggali.

Jadi kesimpulannya, Julian Toni ternyata seorang penggali sumur.

Related Posts:

PENEMUAN TENGKORAK

Abdul Rofi'i kaget. Saat penggalian saluran air di samping Tol Simo(12/10/2015), menemukan tengkorak kepala manusia. Masih ada giginya, 15.

Polisi datang ke lokasi dan melakukan olah TKP. Dugaan sementara tengkorak kepala itu terbawa pasir saat pengurukan jalan tahun 1983.

Meskipun begitu, polisi terus melakukan pendalaman kasus. Tapi sampai sekarang, warga sekitar belum ada yang mengaku pernah kehilangan kepala.

Related Posts:

AIR HUJAN DAN AIR MATA

Tetes demi tetes air hujan mulai turun. Sebagian membasahi pipiku, bercampur dengan tetes lain yang telah lebih dulu hadir. (Sakinah Bersamamu, hal.118)

Dunia bukan sorga, dunia bukan neraka. Neraka tempat kesusahan sempurna, sorga tempat kebahagiaan sempurna. Di dunia, tidak ada kebahagiaan sempurna, juga tidak ada kesusahan sempurnya. Karena itu jika ada orang menyebut sorga dunia, pada sorga dunia itu ada rasa nerakanya, dan ketika orang menyebut neraka dunia nyaris ada bagian sorgawinya. Karenanya, sebagaimana harus oftimis mengingat dalam kesulitan ada kemudahan, kita pun harus realistis mengingat dalam kemudahan suka ada saja kesulitan.

Yang akan saya sampaikan ini cerita lama. Mungkin Anda pernah dengar atau baca. Tapi kali ini, saya sediki mengubah.Yaitu kisah kakek dengan cucunya yang sangat tampan. Ketika sang cucu berburu ke hutan kemudian tidak kembali ke rumah, orang-orang datang kepada kakek itu dan menyatakan bela sungkawa. Tanggapan dia,"Terima kasih. Tapi saua biasa saja, belum tentu ini kerugian." Dan nyata setelah beberapa hari kemudian, pemuda tampan kembali ke rumah dengan mengendarai kuda jantan gagah. 

Orang-orang pun datang ingin tahu sang kakek sekarang sebahagia apa. "Ah saya biasa saja. Belum tentu ini keberuntungan," jawabnya, dan benar saja, saat kuda itu ditunggangi, lari kencang, jatuh, kaki pria si tampan patah, kemudian pincang. Orang-orang kembali ke rumah si kakek mentakan ikut berduka. "Saya biasa saja. Belum tentu ini kerugian." ucap kakek dan memang benar, saat kemudian negaranya mewajibkan perang kepada semua pemuda, si anak muda pincang bebas kewajiban. Usai perang, semua pemuda tak ada yang pulang, gugur, dan orang-orang pun mengerti, benar saja pincangnya sang cucu bukan sebuah kerugian.

Gunung Galunggung meletus jadi musibah bagi Tasikmalaya dan sekitarnya. Ladang sawah hancur begitu pula ternak dan rumah. Tapi ternyata musibah itu lewat. Dari semula musibah, sekarang justru jadi anugerah. Jutaan kubik pasir terjual dan tentu saja ini anugerah.

Pak Agung Pribadi menulis buku "Tak Semua Musibah Itu Luka." Dalam buku lain, beliau pun berbagi pengalaman pribadi dalam tulisan berjudul "Doa Yang Dijawab dengan Musibah." Penasaran bagaimana kisah itu, baca saja buku "Catatan Hati di Setiap Doaku". Ini bukan kisah biasa. Meyakini musibah sebagai jawaban doa bukan perkara mudah. Butuh penerimaan besar dan keyakinan mendalam akan kebijaksanaan Allah yang tak terbatas.

Tiada kesusahan sempurna, tiada kebahagiaan sempurna. Yang pertama supaya jangan putus asa, yang kedua supaya waspada. Seperti kutipan dari buku "Sakinah Bersamamu" yang saya cantumkan di awal: "Tetes demi tetes air hujan mulai turun. Sebagian membasahi pipiku, bercampur dengan tetes lain yang telah lebih dahulu hadir." Kalimat awal bisa menjadi kebahagiaan bagi seorang petani yang sangat menunggu hujan. Namun saat baca kalimat berikutnya, rupanya air hujan bercampur air mata. Hidup ini memang lengkap. Kesempurnaan terletak pada ketidaksempurnaannya. Ada air hujan, ada air mata. Ada mata air, ada air mata. Ada hujan air mata. Ada air mata meminta hujan, ada hujan penyebab air mata. 

Related Posts:

TRUK BAWA KARUNG BANYAK SEKALI, RUNTUH

Kasihan banget. Saya melihat video truk membawa karung banyak sekali, sampai termiring-miring sepenjang jalan. Apalagi pas tikungan, truk itu sangat kerepotan. Saya sih lebih khawatir sama motor di belakangnya, takut pas mereka mendahului kemudian truk itu runtuh menimpa, gak kebayang bagaimana parahnya pengendara motornya. Haduh, parah, tingginya gak ketulungan. Semakin lama semakin miring, semakin miring, miring, untunglah motor di belakangnya melihat dan tak berani mendahului. Mereka hanya menonton, yang parah bahkan ada yang dengan santainya mengamera--menshoot dengan video sejak tadi, sampai miring, sampai di sebuah tikuranga, truk itu benar-benar miring, salah satu ban terangkat, dan si sopir mungkin berusaha menyeimbangkan kembali, berharap ban yang terangkat itu kembali memijak jalan, tapi tidak, makin lama, terangkatnya makin tinggi, makin tinggi, dan brukkkk!!!! Runtuh ke pinggir!!!

Dari youtube, kemudian saya share ke blog. Lucu campur kasihan. Udah gitu yang komen di bawah videonya tega-tega banget.

"Bawa muatan kagak pake otak, mau buntung malah buntung."

"Stuppid! Pake otak dong kalau pake muatan."

"Bego tuh supirnya. Kebanyaka tuh muatannya."

Tapi di antara komentator ada juga yang empati, "Kasihan, tuh juga lagi cari makan."

Ini dia videonya.


Related Posts:

Penilaian Untuk KBMA 2015 Stage 5 Besar

Karya Vera Yuniar Ningrum cukup bagus, mudah diikuti, enak dibaca, dan berkesan. Pembaca mendapatkan sesuatu setelah menyelesaikan cerita. Kesalahan terjadi pada beberapa tempat. Banyak terjadi serangan "nya" dan ada kata yang seharusnya ditulis "ku" tapi di sana ditulis "mu". Di tempat lain, terjadi kalimat kurang lengkap. Di atas segalanya, saya melihat Vera penulis berbakat. Sanggup menyelesaikan tugas, menulis cerita bagus, dalam waktu cukup singkat. 86

Karya Pak Edy Harianto cukup khas dengan cerita silatnya. Beda dari yang lain, Pak Edy tidak berbicara tentang pasangan. Wiro Ingin Jadi Sandal dia olah menjadi cerita tentang Wiro saat ingin berterima kasih kepada Aziz. Beberapa kali dalam bahaya, Aziz menolongnya. Saya mencoba mengkritisi beberapa kalimat berlebihan. Misalnya, "Suara kokok ayam membangunkan Wiro dan Aziz." menurut saya, lebih enak jika kata "suara" dibuang. Kalimat lebih pendek, dan lebih enak dibaca. Begitu juga kalimat lain, terjadi beberapa kalimat panjang yang padahal, jika diperpendek, tidak mengurangi isi kalimat tersebut. Saya berharap Pak Harianto terus semangat menulis. Tema bela diri, terlebih dengan lokalitas kental jarang digarap penulis sekarang. 87

Ova Laela Muttaqiyah hebat dalam lanjaran. Opening dan ending terjadi ketersambungan. Dalam jumlah lembar cukup banyak, sampai sepuluh halaman, dengan huruf lebih kecil dari umumnya, lancar sekali dia menceritakan kisah kreatifitas Wiro dengan sandal bekasnya. Dua jempol saya teracung buat ketekunan Ova menulis. Dalam pembentukan kalimat, Ova cukup mahir dan efektif. Hanya pada beberapa tempat saja--menurut saya-- dia melakukan kelebihan kata. Misal pada kalimat, "Tapi sekeras apa pun usaha yang dilakukan, tetap saja tak bisa berhasil." bisa pada kata ini menurut saya lebih enak hilang. Lebih pendek dan lebih ringan bagi pembaca. 86

Dini Nurhayati, haha, lucu juga kisahnya. Kelebihan tulisan dia adalah membangun karakter. Cukup kuat saat menggambarkan karakter Bosnya yang Si China itu. Cara bicaranya, wataknya, sangat pas dengan perkiraan sebagian besar pembaca tentang seorang Bos China. Saya tersenyum membayangkan kacadelan lidah saat bicara. Bukan hanya secara filosofis, Wiro ingin jadi sandal dia gambarkan dengan tingkah sebenarnya, yaitu Wiro memakai pakaian berbentuk sandal. Hebatnya, kisah ini tak berurusan dengan cinta-cintaan, tapi berkisah mengenai kerja. Dedikasi seorang karyawan kepada perusahaan tempatnya mengabdi, meski bagaimana tak menyenangkannnya sikap atasan. Dari tulisan Dini, saya coba mencari kata yang salah tulis, tapi tidak menemukan. Atau mungkin mata saya yang kurang awas? Entahlah. 89

Dinda Lidya Cahyani menulis dengan awal menarik. Dalam perjalanan menuju kemping kepenulisan Gunung Puntang saya menikmatinya. Mengisahkan Wiro yang selalu kehilangan sandal dan mendapatkan solusi dari Dana, namun solusi yang ditawarkan hanya kembali membuat Wiro mendapatkan petaka. Bagus juga kisahnya, hanya satu hal kurang dari Dinda, jumlah kata tidak mencapai 3000. Sepertinya sudah kelelahan, setelah memenuhi tantangan-tantangan sebelumnya, mungkin inilah saatnya Adinda menyerah. 76

Dalam bayangan, kelima peserta berdiri di panggung. Saya berjalan dari satu orang kepada orang lainnya sambil membawa kalung bergerendel selembar guntingan kardus bertuliskan "SELAMAT JALAN, SEMOGA SELAMAT SAMPAI TUJUAN". Saya perhatikan semua tak siap menerima kalung ini, kecuali seorang: Dinda Lidya Cahyani. "Biar itu buatku saja." ucapnya.

"Baiklah Dinda! Saya hanya bisa mengucapkan selamat." ucap saya.

Related Posts:

TEMPAT TERBAIK MENULIS TEMA "JOMBLO"

Ingin menjadi apa Kamu, pilihlah lingkungan begitu. Ingin jadi ahli mesin, masuk lingkungan ahli mesin. Mau jadi pedagang, masuk lingkungan pedagang. Ingin jadi penulis, masuk lingkungan penulis.

Terasa memang, masuk penerbitan, motivasi menulis jadi terdengar setiap hari. Sana-sini bicara nulis. Saran, kritikan, masukan, dan pelajaran kepenulisan dengan sangat mudah saya dapatkan. Seperti siang ini...

"Mas Wiro ini aneh. Niat mau nulis komedi, dengar lagunya melow semua." kritik Wulan pada Wiro yang baru saja selesai menikmati lagu melow.

"Oh iya ya!" saya setuju. Bukannya Wiro yang menyahut, malah saya terus nyerocos, "Harusnya totalitas ya. Seperti Muhammad Fauzil Adhim, itu waktu menulis buku Agar Cinta Bersemi Indah, yang di dalamnya berisi keromantisan-keromantisan, dia sengaja menulis sambil memutar musik-musik romantis, menggunakan pengharum ruangan, dengan suasana ruangan yang juga penuh keromantisan."

Obrolan pun berlangsung, hingga saya teringat Wiro yang senang menulis tentang jomblo. Seketika itu juga saya memberi masukan pada Wiro yang sedang duduk di samping kulkas.

"Nah Wir, kamu kan nulis tentang Jomblo. Bagusnya nulis di dalam kulkas. Jadi dinginnya benar-benar terasa."

Related Posts:

KEMATIAN TETAP PELAJARAN TERBAIK

Terpasang banner besar bergambar warna warni melukiskan suasana Korea. Di depan banner itu, berbaris tiga orang penulis. Pak Isa, Mbak Asma dan Pak Boim. Ketiganya menyampaikan semangat kepenulisan, dan setiap pasang mata terfokus dengan hasratnya masing-masing. Saya tidak tahu persis motivasi apa di balik tahannya berdiri mereka sampai dua jam lebih mendengarkan apa yang disampaikan, tapi sebuah terkaan saya buat, pasti sebagian besar penasaran dengan ilmu menulis, ingin seperti Mbak Asma, sukses menjadi seorang penulis yang hidupnya, tampak menyenangkan, ngetop bicara sini sana, dan di rumah--kalau beruntung punya suami pengertian--tidak perlu mencuci dan masak.

Banyak wanita berpendidikan tinggi, berprestasi, namun setelah lulus dengan sederet gelar dan nilai bagus, kesibukan dia malah di dapur, padahal, jika dia menulis, mungkin manfaat pengetahuannya bisa dinikmati jauh lebih banyak orang. Begitu kurang lebih inti dari apa yang Pak Isa sampaikan. Menurutnya, jika memang kesibukan rumah bisa didelegasikan kepada orang lain, kenapa tidak, kemudian seorang ibu menulis untuk memberi manfaat kepada lebih banyak orang. Dan itulah kebijakan Pak Isa buat istrinya.

Mendengar itu, pasti banyak wanita tergiur. Andaikan aku. oh Andaikan aku. Apalagi setelah Mbak Asma ceritakan, jadi penulis itu enak, bisa kerja di rumah, dekat dengan keluarga, bisa mengurus anak, mengawasi langsung perkembangannya dari hari ke hari, sambil tetap mendapatkan uang.

Yang amat disayangkan acara ini sangat mendadak. Pengumuman baru disebar beberapa hari lalu. Lewat social media, instagram, facebook dan twitter. Ada juga kertas kecil, dan baru dibagikan setengah tiga. Saya sendiri bahkan baru membagikan setelah Ashar. Namun mendadak begitupun peserta lumayan membludak. Jika lebih banyak lagi tentu tenpat takkan muat.

Satu hal membekas dari semua materi yang disampaikan adalah, pada saat pria ganteng berkecemata mengajukan pertanyaan, "Bagaimana supaya bisa membangun komintmen dalam menulis?" Pak Isa menjawab, karena saya akan mati, saya merasa pengetahuan yang sekiranya bisa bermanfaat, dan mengalirkan pahala, harus segera saya sampaikan.

Jadi, ternyata tetap, KEMATIAN SELALU MENJADI PELAJARAN TERBAIK.

Related Posts:

Wiro Mau Buat Cerita Tandingan

Kalau saya mah, ada ide langsung tulis. Tidak pernah tunda. Kalau ditunda bisa hilang. Sayang, ide itu mahal, susah nyarinya. Cerita mentah, jelek, norak, tak mengapa. Ide sudah saya keluarkan, otak lebih ringan. Soal ngedit, bisa sambil jalan.

Kemarin datang ide menulis kisah kanibal, terilhami oleh seseorang senang mencandai saya dengan sebutan pembunuh berdarah dingin, langsung saya tulis cerita "Dana Kehabisan Lauk."

Tahu saya menulis itu Wiro teriak di komen, "Huaaa." lalu dia ngancam, mau menulis cerita tandingan, "Wiro Kehabisan Dana."

Dia ngancam sore hari, tapi sampai Maghrib, sampai Isya, belum juga ceritanya dia tulis. Sampai larut malam, dia masih kebingungan, bagaimana cerita itu akan dikembangkan. Akhirnya minta bantuan saya, menanyakan bagaimana cara mengembangkannya. "Kamu aja yang nyusun ya, nanti gue yang posting,"

"Gimana ya ceritanya. Soalnya gak ada unik-uniknya. Kalau kemarin kan "Dana Kehabisan Lauk" itu unik, karena efeknya jadi kanibal. Kalau kehabisan "Dana" mah kehabisan duit, itu sudah biasa, paling pusing. atau hutang sana-sini.


Related Posts:

Otak Wiro tentang "Sunnah Rasul"

Ini benar-benar daging ayam, bukan daging Wiro. Ini kisah nyata, dan lupakan kisah sadis "Dana Kehabisan Lauk."

Ada ayam goreng dari Pak Isa, dan kami--saya dan Wiro--nikmati bareng di meja bundar, tempat kami biasa rapat.

Merasa jari kotor, saya ambil plastik peyek. Membuka dan menumpahkan isinya ke nasi, kemudian kantongnya, saya pakai buat mencomot nasi.

"Lo gimana sih Dan? Kok makan pake plastik?" ketus Wiro.

"Oh iya ya" saya terima saran Wiro, "Kenapa tidak pakai jari. Itu kan sunnah rosul." gumam saya ngeloyor ke wastafel. Cuci tangan.

Mendengar kata "Sunnah Rasul" Wiro nyeletuk serius, "Bukannya itu malam jum'at?"

Saya ngakak. Sambil kembali ke meja, saya teriak keras, "Jadi selama ini Lo pikir "Sunnah Rosul" itu yang malam Jumat doang?"

*   *   *








Related Posts:

SESEORANG DI BALIK CERITA-CERITA SADISKU

Tidak terpikir sebelumnya saya akan menulis cerita sadis. Sebelum ini, beberapa kali saya membaca cerita Dede Yogi Darsita. Rata-rata temanya horor sadis.

Apakah saya terinspirasi olehnya?

Bisa jadi iya. Tapi sebenarnya bukan. Sebab bahkan, ide cerita yang saya tuliskan ini sebenarnya bukan ide saya. Ada seseorang. Ya, ada seseorang dibalik ide tertulisnya cerita-cerita saya.

Siapakah dia?

Ingin menyebutkan namanya untuk menghormati hak cipta, tapi khawatir beliau tak suka dan dianggap merusak nama baiknya. Baginya, ide cerita begini semacam hiburan, pereda tegang, selingan dari kesibukan hariannya yang menguras pikiran. Beliau seorang penulis.

Di atas segalanya, beliau ini luar biasa. Saya juga heran. Seperti kantong Doraemon yang tiada habisnya mengeluarkan benda-benda ajaib, dari kepala beliau ini juga tiada habisnya. Ada saja ide cerita gokil. Setiap ngobrol rame-rame, meeting, makan bersama, ada saja idenya membuat cerita spontan tentang seorang "Dana" sebagai pembunuh berdarah dingin.

Kenapa sampai begitu?

Begini sejarah singkatnya. Awal tahun 1945 Jepang masih menjajah Indonesia. Meski sudah menjanjikan mau memberi kemerdekaan, ternyata janji tinggal janji. Penjajahan masih dilangsungkan. Bahkan lebih jahat lagi perlakuannya kepada rakyat kita.

Oh maaf salah. Itu sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Kita lagi ngomongin kenapa beliau--si penelur ide cerita saya--ini menyebut saya pembunuh berdarah dingin.

Mulanya beliau mengenal tulisan saya sangar-sangar. Jika debat dengan orang bahasa saya kasar tanpa perasaan. Pas ketemu langsung eh tak tahunya orang sunda. Tahu sendirilah bagaimana gaya bicara sunda: menggunakan gaya ramah membungkuk-bungkuk sopan. Melihat ini beliau merasa aneh.

"Dana!" sapanya waktu beliau mau shooting buat acara TV.

"Iya Pak."

"Gue punya pekerjaan buat Lo."  saya gembira. Berapa banyak orang di luaran sana mencari pekerjaan. Lamar sana-lamar sini susah diterima. Tapi saya, bukannya mencari, tapi mahal ditawari.

"Apa Pak?"

"Jadi pembunuh berdarah dingin."

"Haha... " sialan. Begitu rutuk hati saya.

"Jadi Lo nanti sambil pegang leher orangnya, tanya, 'maaf, ini pisaunya kurang tajam, jadi mungkin agak lama menggesek-geseknya. Sebelum Anda meninggal, maaf mungkin matanya saya cukil dulu."

Sejak itulah beliau bulli saya dengan sebutan pembunuh berdarah dingin. Nyaris tiap terlibat pembicaraan dengannya, ada-ada saja idenya untuk membuat cerita saya membunuh dengan cara halus dan sopan, namun dengan adegan-adegan mengerikan. Seperti cungkil mata pakai sendok, pake tali, pake parutan, pakai pisau dan sebagainya. 

Sebagai penyuka tulisan, saya sih melihat ini ide. Dari pada susah cari ilham, mending pake saja yang ada. Maka setiap kali beliau cerita, tak pernah menunda. Langsung saya tulis.

Misal kemarin. Beliau ngajak makan sop kambing, rame-rame, malam-malam. Sop kambing. Kami sendiri yang pilih bahan-bahannya dari baskom. Ada lidah, paru, telinga, bibir, kulit, daging, otak. Maka saat makan, tak habis-habisnya beliau membulli.

"Jadi nanti Dana bertanya pada orang, 'Maaf Pak, di sini tempat buang mayat di mana ya?' 'Mayat siapa ya?' tanya orang itu. 'Mayat Bapak.' ciaat bresss!!'"

Sambil makan, kami tertawa-tawa. Malam itu juga, sepulang makan sop kambing, cerita itu saya tuliskan.

Itulah rahasia di balik ide cerita sadisku. Ada seseorang.

"Saya gak nanya kok," kata Anda.

Related Posts: