Makan sekali sehari saya rasakan berat.
Tak tahan godaan makan.
Seperti semalam, selesai kerja, ingin jalan-jalan, ke pasar, melihat ke warung, ada lemper dan roti, langsung membelinya.
Makan. Batal dah.
Padahal malam, bukan jadwal makan.
Jadwal makan saya siang. Sekali, setelah itu sudah, dan hanya boleh makan lagi keesokan harinya.
Tapi kali ini tergoda, roti dan lemper itu saya makan.
Pulang ke penginapan, melihat kaleng kue lebaran, ada isinya, tak tahan juga, saya buka, ambil dan makan.
Jadi saya bertanya, apa yang bisa menahan godaan makan?
Sibuk kerja, membaca, menulis, olah raga, dan minum yang banyak. Atau, berbaring dan tidur. Sibukkan dengan hal lain, dan ingat, hidup bukan buat makan.
Begitulah, saya terus digoda buat melanggar. Melanggar komitmen awal, makan sehari sekali saja.
Godaan lainnya adalah rasa lemas.
Datang pagi, saya rasakan badan lemas. Bawah sadar saya, yang sudah ditanami keyakinan lama, berkata lemas ini karena kurang makan.
Padahal bukan.
Dalam sehari, tubuh saya hanya membutuhkan 2000 kalori saja. Dan satu buah donat sudah cukup untuk energi seharian. Satu kantong keripik dua ribuan, cukup buat energi seharian.
Jadi, lemas saya pagi ini bukan karena kurang makan.
Ini lemas kurang istirahat. Bukan makan, tidurlah yang saya butuhkan. Tinggal saya tidurkan, nanti banguan, minum, mandi, segar, kerja kembali lancar.
Home » Archive for July 2015
Lihat Orang Yang Lebih Susah
Kalau ada merasa jadi orang paling susah di dunia, sebenarnya ada orang lebih susah dari Anda. Saya katakan sebenarnya, karena ini bagian dari kebenaran, bahkan kebenaran yang disampaikan Allah lewat Rasul-Nya. Coba pikirkan, dengan sesungguhnya Allah mengutus Nabi Muhammad ke tengah-tengah manusia, kemudian manusia mulia ini menyampaikan,
"Lihatlah orang yang di bawah kamu, jangan melihat orang yang ada di atas kamu, itu lebih baik supaya jangan sampai kamu menyepelekan nikmat Allah kepadamu."
Ini kebenaran, dan jika ingin jadi orang benar, kebenaran ini yang harus kita pegang. Sebagian orang demi meletupkan semangat hidupnya terus memandang orang-orang yang ada di atasnya, dari segi harta dan kedudukan, dari segi proverti dan keberuntungan, akhirnya apa yang ada di tangannya jadi tak terasa nikmat. Pandangannya ke arah yang jauh sedang nikmat di bibir mata lupa.
"Lihatlah orang yang di bawah kamu, jangan melihat orang yang ada di atas kamu, itu lebih baik supaya jangan sampai kamu menyepelekan nikmat Allah kepadamu."
Ini kebenaran, dan jika ingin jadi orang benar, kebenaran ini yang harus kita pegang. Sebagian orang demi meletupkan semangat hidupnya terus memandang orang-orang yang ada di atasnya, dari segi harta dan kedudukan, dari segi proverti dan keberuntungan, akhirnya apa yang ada di tangannya jadi tak terasa nikmat. Pandangannya ke arah yang jauh sedang nikmat di bibir mata lupa.
Related Posts:
Buat Santai, Sesekali Bacalah Cerita Anak
Tengah terik siang jalan-jalan, menyeberang, dan tiba di Ramayana, sebuah mal dengan suasana pelayannya dibuat seksi-seksi, menggunakan rok mini. Bukan buat liat-liat rok mini, saya ke sana buat mencari sesuatu. Seuatu yang selama ini menjadi kecanduan: Buku. Belum juga buku yang ada habis saya baca, sudah nafsu lagi ingin membeli buku lainnya. Maklum, kemarin baru saja mendapatkan uang lemburan. Lebaran tidak pulang, jadi ada jatah dari atasan khusus keapda karyawan yang mau kerja pada saat orang lain liburan. Dan saya memilih kerja.
Masuk ke kawasan Ramayana, kemudian dibawa turun sebuah tangga jalan, yang di bawahnya, sebuah bazar terhampar. Bazar buku, dan saya menemukan sebuah buku yang bagus sekali, yang ketika saya membacanya, ceritanya mudah saya cerna, mudah saya bayangkan, imajinasi saya mudah menangkapnya, harganya obralan tapi ini buku asli judulnya, 50 Cerita Klasik Nusantara dan Dunia Paling Inpiratif. Cerita buat anak, tapi jujur saja, saya menyukai cerita anak.
Penuturannya sederhana, tapi maknanya dalam. Kalau di antara Anda ada yang menyepelekan cerita anak, Anda tidak pernah membaca cerita anak. Sebenarnya, cerita anak itu menarik dari cerita orang dewasa, terutama dongeng-dongeng jaman dahulu dengan alur yang cerdas. Dongeng anak mengandung pelajaran.
Mungkin jaman dulu orang tua menyisipkan pelajaran-pelajaran itu supaya mudah dicerna oleh anak yang sedang dinasihatinya, kemudian cerita itu estafet, turun-temurun. Intinya, cerita anak itu menyenangkan. Makanya, ketika di tangga menuju gudang saya menemukan tumpukan maujalah Bobo bekas, tidak saya biarkan, langsung mengambil dan merapikan majalah itu di atas rak meja kerja. Dan ketika menemukan kumpulan cerpen bobo di tumpukan buku untuk Rumah Baca Asma Nadia, tanpa ijin saya mengambil dan menyimpannya di rak kantor tempat saya kerja.
Sudah sejak kecil saya membaca, majalah ini cerpen-cerpennya selalu memikat. Eh bukan sejak kecil. Saya baru mengenal majalah ini selulus dari Madrasah Tsanawiyah. Maaf, saya bicara terlalu panjang, padahal intinya satu saja: Cerita anak itu menarik. Itulah sebabnya buku ini saya beli, membawanya ke ruang kerja, membuka segelnya, dan mulai membaca, sebuah kisah memesona langsung saya baca, dan kisahnya mudah ditangkap.
Satu hal yang sangat-sangat-sangat susah saya lakukan adalah menangkap dengan baik bacaan sambil kerja. Susah sekali mencerna sebuah buku dengan mebacanya di sela-sela kerja, selalu tak selesai, meski itu satu cerita. Tapi buku ini beda, mulai membaca dan perhatian langsung tersedot dalam cerita, alur mengalir dengan mudah, lancar,
Satu hal yang sangat-sangat-sangat susah saya lakukan adalah menangkap dengan baik bacaan sambil kerja. Susah sekali mencerna sebuah buku dengan mebacanya di sela-sela kerja, selalu tak selesai, meski itu satu cerita. Tapi buku ini beda, mulai membaca dan perhatian langsung tersedot dalam cerita, alur mengalir dengan mudah, lancar,
Related Posts:
Gangguan Kesehatan: Tergoda Makan Siang
The temptation came from the morning, since Desi bring unanimously potatoes and submit it to the front of my nose by thrusting the bag keresek. Keresek widen the hole, he said, "This is a natural food, right?"
I replied "Yes", and while it's content were sweet, and while Desi back to his chair, I explained, if the food is not the problem I experienced or not, because yesterday was wafers, biscuits, chocolate, and a variety of snacks still in. My strict health program now is to eat once a day, so in that way, the body has a chance to neutralize any toxins that enter with food. Something like many acne as much to eat fried foods, such as inclusion body much oil and do not have much time to neutralize the oil and make it into something useful, so timbullan acne. With reduced meal times, only once a day, the oil will be processed and utilized the body as well as possible. So my theory.
Clearly, even though I eat a lot of cake in the evening, chocolate, greasy foods, butter brownies on a wafer and widths, as the day from early morning until late afternoon did not eat, did not appear acne. But usually, after a lot of eating sugary foods, fatty foods, fried foods, butter, eggs, usually arising acne. Why now do not be acne? Which was, theoretically, the body has time to review, menimbah, and decide - ah, such a decree should not - the body has time to process and filter it into a more useful material.
That is why I programmed myself to eat once a day. Desi provide the tubers, let me lay on the table, I do not eat.
The potato, once sat relaxed, graceful, and that's rounded shape is plump and healthy, this eye jaim difficult not to see it.
I replied "Yes", and while it's content were sweet, and while Desi back to his chair, I explained, if the food is not the problem I experienced or not, because yesterday was wafers, biscuits, chocolate, and a variety of snacks still in. My strict health program now is to eat once a day, so in that way, the body has a chance to neutralize any toxins that enter with food. Something like many acne as much to eat fried foods, such as inclusion body much oil and do not have much time to neutralize the oil and make it into something useful, so timbullan acne. With reduced meal times, only once a day, the oil will be processed and utilized the body as well as possible. So my theory.
Clearly, even though I eat a lot of cake in the evening, chocolate, greasy foods, butter brownies on a wafer and widths, as the day from early morning until late afternoon did not eat, did not appear acne. But usually, after a lot of eating sugary foods, fatty foods, fried foods, butter, eggs, usually arising acne. Why now do not be acne? Which was, theoretically, the body has time to review, menimbah, and decide - ah, such a decree should not - the body has time to process and filter it into a more useful material.
That is why I programmed myself to eat once a day. Desi provide the tubers, let me lay on the table, I do not eat.
The potato, once sat relaxed, graceful, and that's rounded shape is plump and healthy, this eye jaim difficult not to see it.
Related Posts:
Makan Sehari Sekali, Benarkah Mengganggu Kesehatan?
Masih banyak orang tidak percaya, makan sehari sekali itu menyehatkan. Malah mereka menentang, ini bisa mengganggu kesehatan. Keyakinan tanpa dasar. Hanya mengandalkan dugaan. Mengandalkan katanya dan katanya. Bisa jadi juga seperti takut kepada pocong, takut pada sesuatu yang, dirinya sendiri belum membuktikan benar atau tidak. Lebih menggelikan ketika sang pembanntah mengaku tahu banyak tentang ilmu kesehatan, atau seorang ahli kedokteran, kemudian dengan semena-mena, tanpa diri sendiri mencobanya berkata, jika sehari itu harus tiga kali sehari makan. Makan sekali saja bahaya. Bisa menimbulkan penyakit magh.
Dugaan saya, kenapa mereka mengatakan demikian, karena sudah terdoktrin ajaran orang tua masalah makan, atau pelajaran kuno sekolah, tak mau membuka diri terhadap temuan baru, pandangan baru, yang justru, bisa jadi ini solusi besar buat berbagai masalah kesehatan.
Nyatanya banyak orang melakukan ini tak masalah. Beberapa hari lewat, saya membuat postingan di sebuah komunitas kepenulisan, tentang tips sehat, makan sehari sekali saja, dan ternyata beberapa orang di komentar, menyatakan, pola ini cocok buat kesehatan mereka. Sebagian komentator mengaku punya kadar tinggi gula darah, dan pola makan seperti ini buat mereka lebih nyaman. Berbeda dengan ketika saya nyatakan ini di grup toko tempat saya jualan, reaksi orang ya seperti di atas, "Bukannya makan sehari sekali bisa membahayakan buat kesehatan?"
Saya akui memang, ketika orang sukses terdoktrin sebuah keyakinan, buat menerima masukan baru cukup susah. Dia akan berupaya mempertahankan keyakinan awalnya. Jangan orang lain, istri saya pun, ketika saya bicara dengannya via handphone, dan saya ceritakan kebiasaan baru saya sekarang, makan sehari sekali saja, dia teriak, "Apa-apaan sih? nanti pulang tinggal tulang!"
Haha. Memang masuk akal umpatan dia. Badan saya kurusnya gak ketulungan, jika sekarang ditambah lagi program sehari sekali makan, bisa jadi nanti pulang tinggal tulang. Masalahnya saya ini suka dengan pandangan baru yang membuat penasaran. Jika ada hal baru, yang sepertinya menjadi solusi selalu ingin mencobanya. Dan makan sehari sekali ini tetap saya lakukan.
Bagaimana hasilnya? Benarkah jadi masalah?"
Saya rasakan badan lemas luar biasa. Pagi beranjak dari kursi berjalan lunglai, terlebih jika naik tangga, lesu seperti kehilangan tenaga.
Tapi tunggu, ini bukan karena kurang makan, tapi karena cape, jam kerja saya sejak dini hari, sejak jam tiga, dan belum istirahat. Saya lelah, saya butuh tiduran, butuh istirahat. Dan setelah ditidurkan, sekitar jam sepuluh lebih, tengah siang bangun, mandi, dan mulai lagi kerja, saya rasakan segar luar biasa. Dibawa menulis, ide mengalir lancar, dibawa membaca, konsen cukup besar.
Tentu saja ide ini jalankan bukan tanpa dasar. Banyak orang menduga saya meyakini program sekali makan ini, kemudian menjalankannya setelah membaca buku OCD Deddy Corbuzier. Dugaan itu memang benar. Akan tetapi itu hanya titik kulminasi dari sebuah keyakinan. Sebelumnya saya telah banyak membaca orang yang menjalankan makan sehari sekali saja. Di antaranya para bhiksu budha, mengurangi asupan makan dengan makan sehari sekali saja dengan tujuan mendapatkan kejernihann pikiran. Dan memang benar, saya perhatikan jika mereka ceramah penuh dengan kata mutiara. Ya, tanpa malu terus terang di sini saya katakan, saya suka dengan kata mutiara dari mereka, tentu saja yang tidak bertentangan dengan agama saya. Misalnya Bhiksu terkenal Ajahn Brahm, yang menulis buku dengan terjemahan Bahasa Indonesianya berjudul Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya, bercerita dia punya tradisi makan sehari sekali, dan terbukti tulisan-tulisannya cemerlang. Jernih, masuk akal, terkadang jenaka.
Wah berarti manusia kampungan ini sudah terpengaruh orang budha. Kemungkinan begitu umpat sebagian orang.
Tidak juga. Sebab ini pun saya baca dari tradisi para ulama. Banyak dari mereka makan sehari sekali saja. Pernah saya sampaikan di artikel sebelumnya, penulis tafsir terkenal, Ibnu Jarir Ath-Thabari melakukannya. Dalam sehari dia hanya sekali makan. Demikian juga Imam Nawawi dari Mesir yang mendapatkan julukan "Penghidup Agama", dalam sehari, dia pun hanya sekali makan. "Menjelang shalat Shubuh dia meraih roti yang dia simpan dan memakannya sebagai sahur sekaligus sebagai makan siang dan makan malamnya. Dia sudah terbiasa bepuasa dan makan sekali dalam sehari semalam." tulis hidayatullah.com.
Related Posts:
Cara Sehat Menghadapi Masalah
Saya pusing sekali dan ingin marah-marah, kenapa resi dari pesanan saya tidak ada, sedangkan yang lain ada. Resi pengiriman sangat dibutuhkan pemesan online, buat memastikan barang mereka sudah dikirimkan atau belum, dan buat melakukan cek, barang mereka sudah berada di mana. Dan saya juga asyik melakukannya, setelah orang meminta resi mereka, moush membuka email, mencari data ini pengiriman tanggal berapa, lalu membuka data resinya, lakukan pencarian sebuah nama, menemukannya, dan di sanalah gembiran ketika nomor resi itu saya temukan. Lebih gembira lagi saat nomor resi itu bisa saya copy dan membawanya ke situs JNE kemudian mempaste atau menempelkannya di sana, dan ketika data terbuka, saya selalu melihat itu keajaiban. Hebat, bisa merancang sistem seperti ini, setelah memasukkan nomor jadi ketahuan barangnya sudah berada di mana. Dan jika ternyata sudah sampai, ketahuan juga di sana.
Akan tetapi, ketika resinya tidak ada. Berkali-kali saya cari tidak ada. Nyaris setiap orang yang pesan pada saya dan menanyakan resinya saya cek tidak ada. Marah, benci, jengkelnya luar biasa.
Ini sebenarnya kenapa? Saya bingung harus bertanya kepada siapa.
Nah, inilah tugas saya sekarang. Kemarahan itulah yang harus saya buang. Kemarahan yang membuat susana kerja jadi kurang nyaman. Saya harus bisa membuang rasa marah itu, menahan diri dari mengeluh, dan tetap diam, meski belum bisa, saya akan berusaha bisa.
Karena mengumbar amarah berkobar di dalam dada dan membiarkannya tersembur ke dalam perbuatan dan kata, hanya akan merusak kesehatan saya. Akan mengelurkan hormon-hormon berbahaya yang bisa merusak sel-sel tubuh saya.
Dengan menahan amarah dan tetap diam, saya ingin badan saya awet, saya ingin kerja saya awet, saya ingin hubungan dengan orang awet, dan saya ingin hidup saya awet.
Yang akan saya lakukan hanyalah apa yang mungkin saya lakukan dan bisa saya lakukan, sedangkan yang tidak bisa saya lakukan takkan biarkan merusak pikiran saya dengan kebingungan dan kemarahan tidak akan saya lakukan. Masih banyak pekerjaan lainnya yang harus saya selesaikan. Menulis, menyelesaikan tugas dari Mbak Asma, mengumpulkan tulisan dari twitternya, membaca, melayani pembeli yang datang, dan masih banyak hal yang bisa saya kerjakan.
Kerja saya sangat ringan, tidak membutuhkan tenaga besar, hanya tinggal klak-klim sana sini, dan menyentuh-nyentuh tuts-tuts keyboard saja, tanpa memerlukan kerja keras. Saya nyaris setiap setelah menulis dan akan memasukkan data dengan enter, saya menjitaknya dengan keras, mungkin sampai terdengar dari kamar mandi, padahal seharusnya tak usah, biasa saja, sentuh sekedarnya, sekedar tombol itu memberikan pengaruh kepada tulisan yang ingin saya masukkan datanya, atau sekedar kursor itu berpindah paragraf. Jitakan keras itu terkadang berasal dari kemarahan dan kejengkelan, atau bisa juga berasal dari kegembiraan, saking gembira dan ingin merasa puas, biar orang tahu semua, maka saya ekspresikan dengan menekan enter keras-keras.
Padahal seharusnya, tenang saja. Kerja saya tidak membutuhkan banyak tenaga. Kerja saya hanya membutuhkan konsentrasi dan ketenangan.
Saya harus bisa tenang dan luas dalam memandang. Memandang dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang. Berbaik sangka kepada segala hal di sekitar saya, karena manusia di samping kiri kanan depan dan belakang saya, dan semua benda-benda di sekeliling saya adalah sama dengan saya, jika semuanya dibelah menjadi bagian terkecil akan sama, bagian itu adalah bagian yang taat pada hukum yang Allah tetapkan, berkekuatan besar pada intinya, dikelilingi proton, netron dan elektron, yang akan berreaksi menjadi baik ketika seseorang berpikir, berkata, dan berbuat kebaikan, dan akan memberikan reaksi buruk ketika seseorang berpikir, berkata, dan berbuat keburukan. Itu sudah merupakan hukum Allah yang tetap, dan tak bisa diganggu-gugat.
Related Posts:
Tukang Facebookan (Cerita Bersambung)
Kampus sempit itu, kantor sempit itu, yang lebih mirip kandang ayam daripada sebuah perguruan tinggi, sudah kita tinggalkan. Bagaimana, sudah kamu dapatkan ijazahnya?
Saya sendiri, tidak mau saya ambil. Selepas dari kampus itu, saya pulang dan tidak tahu harus ke mana. Bingung, tidak punya pekerjaan, harus melamar ke mana, sampai akhirnya, seorang kepala sekolah mengajak saya tinggal di rumahnya, untuk mengurus sebuah sekolah. Dia kepala sekolah Madrasah Tsanawiyah, dan ingin membangun Madrasah Aliyah, di sebuah kampung yang dekat dengan kota, dengan perumahan padat bersampingan dengan sawah.
Di sanalah saya kerja akhirnya, menjadi guru, sekaligus tata usaha. Menginap sehari semalam di sana, sambil terus memikirkan bagaimana caranya mendapatkan penghasilan besar.
Kuliah dulu, tujuan utama saya adalah mendapatkan gaji besar. Dengan gelar sarjana, saya harap kerja di sebuah lembaga tidak bergaji rendah. Orang memberi harga, dan memberikan upah yang pantas. Namun setelah empat tahun kuliah, sambil kerja di kantornya, ijazah yang dijanjikan gratis buat saya, ternyata tidak, harus ada tebusan. Saya malas, tidak mau saya ambil, dan ya begini akhirnya, gelar sarjana yang saya harapkan bisa mempermudah pencarian kerja, benar-benar tidak berguna. Tanpa ijazah, artinya status saya masih seperti dulu, seperti empat tahun lalu, masih susah cari kerja. Tidak ada bedanya. Tidak ada yang berubah, padahal satu permasalahan besar yang membuat rumah tangga saya terguncang, adalah tidak punya pekerjaan berpenghasilan besar.
Jika sudah duduk sendirian, dan buku bacaan saya tutupkan, saya hanya bisa memandang kosong ke depan, menarik nafas, dan menghembuskannya, membuang kegelisahan.
(Bersambung)
Related Posts:
Nanti Kamu Pulang Tinggal Tulang
Tidak segala hal bisa saya ceritakan pada istri saya, tapi program makan sehari sekali ini saya ceritakan, lewat telfon,
"Sekarang saya makan sekali sehari."
"Hah! Apa-apaan, nanti kamu pulang tinggal tulang!"
"Saya berusaha makan bergizi. Kemarin pun membeli ikan salmon."
"Mewah!"
"Murah kok, hanya sepuluh ribu rupiah, dapat dua, dipotong jadi enam, saya masak, gosong ditinggal facebookan."
Apa tujuan saya memberitahukan ini padanya. Sekedar curhat saja, sekalian mengajarkan, makan sehari sekali efeknya lebih sehat, lebih terasa segar. Ingin saya sampaikan, bahwa buat sehat pertama-tama kita harus peduli makanan. Jangan sembarangan dimakan.
Itulah yang saya ingin tanamkan pada anak. Peduli makanan, tidak asal makan, tidak sembarang makanan. Tapi sekarang dia mulai masuk sekolah. Pasti banyak jajan di sana. Makanannya tak lagi terjaga. Barusan, saya tanyakan kepada ibunya, dia jajan apa saja. Ibunya katakan, "Sosis." Itu daging buatan. Penuh bahan kimia. Padahal, saya ingin dia hanya makan makanan alami.
"Sekarang saya makan sekali sehari."
"Hah! Apa-apaan, nanti kamu pulang tinggal tulang!"
"Saya berusaha makan bergizi. Kemarin pun membeli ikan salmon."
"Mewah!"
"Murah kok, hanya sepuluh ribu rupiah, dapat dua, dipotong jadi enam, saya masak, gosong ditinggal facebookan."
Apa tujuan saya memberitahukan ini padanya. Sekedar curhat saja, sekalian mengajarkan, makan sehari sekali efeknya lebih sehat, lebih terasa segar. Ingin saya sampaikan, bahwa buat sehat pertama-tama kita harus peduli makanan. Jangan sembarangan dimakan.
Itulah yang saya ingin tanamkan pada anak. Peduli makanan, tidak asal makan, tidak sembarang makanan. Tapi sekarang dia mulai masuk sekolah. Pasti banyak jajan di sana. Makanannya tak lagi terjaga. Barusan, saya tanyakan kepada ibunya, dia jajan apa saja. Ibunya katakan, "Sosis." Itu daging buatan. Penuh bahan kimia. Padahal, saya ingin dia hanya makan makanan alami.
Related Posts:
Tips Sehat: Suara dari Dari Dalam
Suara, tidak semuanya bisa didengar telinga. Sebagian lain suara, harus didengar dengan perasaaan. Sebagian lagi, harus didengar pengertian. Antara lain, suara-suara dari dalam. Dari dalam tubuh kita. Karena sebagaimana mulut ini yang tak pernah bosan bicara, tubuh pun sebenarnya bersuara. Bugar, segar, dan bergairah, sebenarnya itu suara tubuh bahwa dia sehat. Sedangkan sakit, sebaliknya, itu suara tubuh yang curhat bahwa dia menderita.
Pastinya masih ingat kenangan Ramadhan. Setelah seharian lapar, lemas, kurang gairah, apa yang Anda rasakan saat mendengar adzan? Secara aneh haus lapar hilang seketika, padahal belum minum. Tapi secara sembarangan saya ingin berkata, itu adalah suara tubuh yang gembira akan segera dapat asupan, makanan dan gizi yang dia butuhkan.
Menjelang makan tubuh merasakan gembira, sebab sebentar lagi dia akan menadapat apa yang dia butuhkan, dia akan menerimanya dengan senang, mencerna, mengolah dan membagi-bagikannya ke semua bagian. Dan setelah makanan itu masuk, dengan bahagia tubuh bekerja mencerna, menyaring, dan mendistribusikan gizi, membakar, dan memanfaatkannya secara maksimal.
Tubuh bisa maksimal kerja dan memanfaatkan makakan manakala diberi kesempatan. Puasa, sebenarnya itu cara jitu memberikan kesempatan.
Dengan berpuasa--tidak memberikan asupan--maka kita memberi kesempatan pencernaan bekerja, memberi berbagai kelenjar mengeluarkan hormon sesuai fungsinya. Misal kelenjar pankreas sebagai penghasil insulin, dia bisa tenang kerja menghasilkan insulin jika diberi kesempatan. Yaitu dengan cara, menghentikan asupan makan. Bahkan bagus, jika itu dihentikan sebelum kenyang.
Maha Suci Allah telah menjadikan Rasulullah Muhammad Sallallahu alaihi wasallam. Lisan beliaulah, setahu saya yang pernah memberi pelajaran tentang makan terbaik itu makan saat lapar dan beerhenti sebelum kenyang.
Setelah mulut berhenti makan, pankreas akan tenang memberikan insulin ke pembuluh darah, menetralisir gula supaya jangan kelebihan sehingga menyebabkan penyakit gula, juga membuka sel-sel tubuh supaya gula bisa masuk ke sana, diolah menjadi energi, sel baru, atau lemak
Demikian juga usus sebagai pencerna, dia akan meremah makanan dan menyerap gizinya dengan baik ketika diberi kesempatan, dengan cara berhenti makan sebelum kenyang dan berpuasa.
Tubuh bisa maksimal kerja dan memanfaatkan makakan manakala diberi kesempatan. Puasa, sebenarnya itu cara jitu memberikan kesempatan.
Dengan berpuasa--tidak memberikan asupan--maka kita memberi kesempatan pencernaan bekerja, memberi berbagai kelenjar mengeluarkan hormon sesuai fungsinya. Misal kelenjar pankreas sebagai penghasil insulin, dia bisa tenang kerja menghasilkan insulin jika diberi kesempatan. Yaitu dengan cara, menghentikan asupan makan. Bahkan bagus, jika itu dihentikan sebelum kenyang.
Maha Suci Allah telah menjadikan Rasulullah Muhammad Sallallahu alaihi wasallam. Lisan beliaulah, setahu saya yang pernah memberi pelajaran tentang makan terbaik itu makan saat lapar dan beerhenti sebelum kenyang.
Setelah mulut berhenti makan, pankreas akan tenang memberikan insulin ke pembuluh darah, menetralisir gula supaya jangan kelebihan sehingga menyebabkan penyakit gula, juga membuka sel-sel tubuh supaya gula bisa masuk ke sana, diolah menjadi energi, sel baru, atau lemak
Demikian juga usus sebagai pencerna, dia akan meremah makanan dan menyerap gizinya dengan baik ketika diberi kesempatan, dengan cara berhenti makan sebelum kenyang dan berpuasa.
Sayangnya, seringkali bagian-bagian pencernaan itu menderita. Dia siap bekerja namun saat mulai kerja, kita berikan lagi tugas lainnya. Baru juga masuk sepiring nasi, sudan masuk masuk lagi makanan lain. Baru juga pagi sarapan bubur, jam sembilan sudah jajan, masuklah bakwan, pisang goreng, dan tahu keriting. Tak sampai tiga jam, datang lagi tugas, datanglah bakso dan mie ayam, siomay, cilok, ciki, permen, keripik, dan itu belum makan siang, sebab setengah jam kemudian, nasi gado-gado kembali masuk, jadi kapan dia kerja tenang jika sedang kerja harus ditambah lagi pekerjaan lainnya?
Jangan ngomong "ah itu mah kan sudah dirancangnya begitu, ya bisa lah, sudah compatible lah!!!"
Compatible dari hongkong!
Coba berperasaan!
Bandingkan degan diri Anda. Bisa tenangkah Anda, jika sedang mengerjakan sebuah tugas, datang lagi tugas lainnya dan harus Anda kerjakan saat itu juga? Bayangkan seorang siswa, belajar matematika, guru menugaskannya mengukur kosen semua kelas, baru juga menyiapkan alat, guru sudah bertitah, siswa harus mengukur lapang. Ok, sebagai murid taat, para siswa pun melakukannya sampai tuntas, dan mulai menuju lapang, namun ketika itu, guru kembali berkata, siswa harus juga mengukur volume kelas. Kira-kira, perasaan siswa itu bagaimana?
Stress!
Tertekan, menderita, marah, malah bisa protes!
Stress!
Tertekan, menderita, marah, malah bisa protes!
Nah, itu sebenarnya yang terjadi ketika tubuh terus dipasok makanan. Kegembiraan yang dia rasakan beberapa detik sebelum kemasukan makanan, kegembiraan saat mengunyah, dan kegembiraan dalam beberapa suapan, harus sirna berganti derita menerima tugas tambahan. Bagi pencernaan, itu sangat beban. Perut pasti tertekan, menderita, protes, yang ujungnya dia bisa demonstrasi.
Demonstrasi ringannya antara lain melakukan pemblokiran. Dia memblokir energi tubuh supaya hanya terkumpul di perut. Tangan, mata, kepala dan kaki, biarkan saja kekurangan tenaga. Akibatnya bagian tubuh lain lemas, kaki lemah, tangan lemah, kepala lunglai, mata tak sanggup lagi terbuka, mengatup, mengetik susah, menulis susah, membaca lelah, tak bisa bekerja, kepala jatuh ke meja, mata menutup, mulut terbuka. Banjir bandang!!!!
Demonstrasi ringannya antara lain melakukan pemblokiran. Dia memblokir energi tubuh supaya hanya terkumpul di perut. Tangan, mata, kepala dan kaki, biarkan saja kekurangan tenaga. Akibatnya bagian tubuh lain lemas, kaki lemah, tangan lemah, kepala lunglai, mata tak sanggup lagi terbuka, mengatup, mengetik susah, menulis susah, membaca lelah, tak bisa bekerja, kepala jatuh ke meja, mata menutup, mulut terbuka. Banjir bandang!!!!
Lebih jauh lagi tubuh melakukan protes dengan sakit. Mulai sakit ringan, hingga sakit berat. Mulai sakit kelas bawah, kelas menengah, hingga kelas eksekutif. Itulah cara dia menyuarakan deritanya. Itu demontrasi dia supaya kita tahu sudah berasalah, supaya kita tahu kita sudah berbuat dengan semena-mena kepadanya. Pening, panas dalam, bibir pecah, sakit lidah, tenggorokan serak, misalnya.
Jika kita pandai mendengar, suara tubuh itu jelas. Kapan dia senang, kapan dia tertekan, kapan dia butuh, kapan dia puas, kapan dia kecewa, pasti kita mengerti dan tahu bagaimana harus bertindak. Dan berpuasa, menghentikan asupan supaya tubuh dengan baik bekerja, adalah satu cara kita pengertian kepadanya.
Jika kita pandai mendengar, suara tubuh itu jelas. Kapan dia senang, kapan dia tertekan, kapan dia butuh, kapan dia puas, kapan dia kecewa, pasti kita mengerti dan tahu bagaimana harus bertindak. Dan berpuasa, menghentikan asupan supaya tubuh dengan baik bekerja, adalah satu cara kita pengertian kepadanya.
Related Posts:
Tips Sehat: Kenapa Harus Lapar?
Kenapa harus makan sehari sekali, itu kan membuat kita lapar?
Justru yang dicari itu rasa laparnya.
Rasa lapar dibutuhkan untuk merangsang keluarnya hormon HGH.
HGH adalah hormon pertumbuhan, dengan tugas merangsang sel-sel tubuh melakukan perbaikan. HGH merangsang semua bagian tubuh meremajakan dirinya. Kulit, otot, tulang, mata, dirangsang untuk bekerja melakukan perbaikan.
Banyak orang berusaha mengencangkan kerutan di wajah supaya awet muda. Mereka gukanan cream anti aging, pelembab, masker, dan berbagai obat-obatan. Padahal kalaulah mereka tahu dan mau percaya, sebenarnya penuaan itu bisa dihambat dengan banyak berpuasa.
4 Jam setelah tubuh berhenti mendapatkan pasokan kalori, hormon HGH ini mulai keluar. Dalam kondisi berpuasa, keluaranya hormon ini menjadi lebih lancar. Puasa berarti mempertahankan keluarnya hormon HGH menjadi lebih lama. Setelah makan malam, kemudian tidur, jika ingin hormon itu tetap lancar keluar, pagi hari tidak perlu sarapan, tidak perlu makan siang, makan sore juga tidak, dan baru makan, setelah maghrib datang.
Related Posts:
Tips Sehat: Tinggalkan Sarapan
At first I thought, I could not miss the morning without breakfast. Stomach like complaining to the brain for food with hunger, then the brain tells stepping back into the stall. There are tantalizing meals, still hot: fried. Assorted: bakwan, soybean flour, tofu curls, and the most tempting, sweet potato fries with soft sweet flesh texture, wrapped in a crispy flour krispi with the delicious sweet taste is typical, routine every morning there, memakanannya nice - enjoyed a minute- -it afterwards, come back hungry.
Actually irritated to my stomach. I gave her what she asked for, but still continue to ask. "How are you or I to do?" so ask Mustafa Bisri with the title of the poem.
So since childhood I printed so breakfast, indoctrinated to believe the importance of breakfast. Not only parents, but also the environment, teachers, everyone. Leave the breakfast could cause magh. Go to school without breakfast can interfere with learning. If a child complains of dizziness in class, the teacher asked whether you breakfast.
So strong was the belief of the importance of breakfast embedded, until the hull was part of it, if the morning came, stomach screaming for food - as I mentioned above - complained to the brain, have a meal, the brain tells the foot to look for, if at home to kitchen, if at work to shop, look for bread, bakwan, fried, or whatever, that strangely after eating all of that, not satisfied ...
... A full stomach, but still ask for food, therefore, if there is rice in mejikom, I was working too, ate greedily with bakwan and fries, or rice alone, while working in front of the screen, and after that, start a repeat disaster comes, serious eye lips, hand drawn, finger weakness, drowsiness hard detained
Though the morning I had a job to work at nine, not sleepy, let alone lie down, must provide services in online stores accept a variety of messages. And not to lose concentration because it can catch one of the messages, which is actually the person ask the chase DREAM but I even sent the book HOW TO WET DREAMS, and the danger, and unfortunately, that's what I always suffering, after eating fried foods, satiety , plus rice and all that is, it can not be, no longer legak head, neck weakness, nodding in front of the screen, sometimes the head fell to the table, and after that, give up, fielding a chair, then Zsss .... zsss ...
And so most of my morning, after breakfast when out like a heavy sleepy, but foolish, and the habit was repeated, repeated, and keep repeating it. So many lessons but lazy people taking lessons, and I'm even worse, it was obvious lesson to happen to me, it really feels, breakfast very obvious effect, but took lessons from him, as if nothing had. Clearly feels hurt, but never a deterrent. Before desires, I always bowed resignedly.
It was only after knowing the importance of fasting, from a book by Professor Arnold Ehret, which was introduced in Indonesia by Giuliano Manzal, plus black and white watch special programs and read books Deddy OCD Corbuzier about the importance of fasting, in which there is recommended to eat only once a day, which one the first task leave the breakfast, I try to leave the breakfast, and it appears no promblem, no problem.
At first try during Ramadan, the meal only a few gulps of water. Apparently the day more fit than the meal with the food, to from there, I believe, of course, leave breakfast on weekdays too, can make the body alive and healthy than breakfast, so I left. I used to think this can only be done by certain people, like Dedi adiku author of chasing dreams, he was not accustomed to breakfast until now, eat food if he had lunch, came home from work accidentally ate a meal with his wife at home. I guess it is a disorder in some people who can not do, but it turned out ...
Without breakfast really fresh, even more mind. This is not good and best writing I've ever read, but I incorporate with freshness and enthusiasm. There is no sleepy while writing as usual often I felt after the breakfast. The ideas and the words of the head through the hands and fingers flow smoothly lick one at a computer keyboard without dimacetkan idea reveals missing or confusing words.
Without breakfast, your body feels healthy. There are no heavy eyes, no headaches, no fatigue. It got here, I started to realize, breakfast is simply the product of hereditary culture without ever questioned what benefits or disadvantages. Those who believe in the doctrine of the parents, then menurunka doctrine to their children and grandchildren. Severe some parents force their children even if the child is sick breakfast, consenting child can get sick without breakfast, and the confidence of the child will be smarter with breakfast. Indeed, even if the child feels sleepy while studying, it is very harmful advice.
Related Posts:
Tips Menulis: Tulisan Anda seharusnya Diri Anda
Tulisan Anda seharusnya diri Anda, dan diri Anda seharusnya tulisan Anda. Tulisan Anda seharusnya kehidupan Anda, dan kehidupan Anda seharusnya tulisan Anda. Jika ingin menjadi penulis dahshat. Diri Anda dan tulisan Anda seharusnya tidak terpisahkan, supaya
SEBAGAIMANA JASAD ANDA BERNYAWA, TULISAN ANDA PUN MEMPUNYAI NYAWA
Jadi ketika Anda menulis, tidak perlu mencari sesuatu di luar Anda, Anda tinggal memberikan apa yang sudah menjadi bagian dari diri Anda.
Jika yang ada pada diri Anda semangat, semangat pulalah yang harus Anda berikan, jika memang diri Anda mengandung kesedihan, maka kesediahan pula sebaiknya yang Anda berikan, dan jika diri Anda sedang dipenuhi kegembiraan, kegembiraan pula yang baik Anda tuliskan.
Menjadi orang baik, penuh semangat selalu berbaik sangka kepada sesama, kepada Allah, kepada kehidupan, kepada lingkungan, memungkinkan Anda memberikan kebaikan dan semangat positif pula dalam tulisan Anda. Jika itu yang ingin Anda berikan kepada sesama, maka terlebih dahulu jadilah dulu baik dan positif, baru bisa memberi sesuatu yang positif. Berusaha memberi hal positif tanpa diri sendiri lebih dahulu membuat diri sendiri baik dan positif, sama dengan menawarkan roti kepada orang lain dalam keadaan diri dan tangan kotor penuh lumpur comberan.
Related Posts:
Tips Sehat: Makan Sehari Sekali
Sebenarnya gemuk itu daya tarik. Setidaknya, itu menandakan kesuburmakmuran. Kemakmuran pria, kesuburan wanita. Ketika diperlihatkan kepada sekelompok pria, tiga orang wanita, pertama gemuk, kedua ideal yang ketiga kurus. Sebagian besar pria menyukai wanita gemuk. Kenapa? gemuk menandakan kesuburan, dan sebagai penanam benih, pria ingin menanam benih pada lahan subur.
Meskipun begitu, sebagian orang merasa tak nyaman. Jika Anda diantranya, saya punya trikn mudah, jangan banyak makan. Kebiasaan makan tiga kali sehari pangkas. Cukup sekali saja, makan malam, dan setelah itu, segala kebudayaan ngemil tinggalkan. Saya membudayakan diri hanya makan malam, setelah itu stop, jangan ada lagi asupan makanan dan minuman, kecuali air, sampai pagi, sampai siang, sampai sore, dan baru makan lagi Maghrib. Tidak perlu banyak. Usahakan lebih banyak sayur dan buah. Sedikit makan nasi tak masalah.
Tidak perlu sampai kenyang. Kekuatan bukan berasal dari kenyang. Kita kuat karena kalori yang terbakar. Kuat bergerak, daya angkat, bisa bicara, berpikir, kerja, bukan dari kenyang makan, sumber tenaga kita adalah dari kalori yang dibakar. Jadi ceritanya, setelah makanan masuk ke pencernaan, diserap pembuluh darah sebagai kalori, masuk ke dalam sel tubuh dan dibakar, dari situ menjadi tenaga.
Pembakaran akan terbantu lebih lancar ketika seseorang berolahraga dan berpuasa. Puasa yang dimaksud adalah tidak memberikan asupan makan. Kuat bukan berasal dari kenyang, karenanya makan sedikit tidak sampai kenyang takk masalah, takkan buat kita jadi lemah.
Justru kekenyangan yang bisa buat kita lemah. Setelah makan kenyang, efek buruknya langsung terasa. Anda ngantuk berat. Itu karena, pencernaan Anda harus kerja ekstra. Dia memerlukan banyak energi, maka energi badan difokuskan ke sana, ke usus, ke lambung. Sedang tubuh bagian luar harus mengalah, kekurangan tenaga. Itulah kenapa, setelah makan kengang dan perut penuh, tangan lesu, kaki lemas, mata ngantuk. Apalagi otak, susah dibawa kerja.
Bukan banyak, terpenting gizinya layak. Makanan terbaik adalah sayur dan buah. Tahu, tempe, dan berbagai produk kedelai bisa jadi sumber protein bagi Anda. Saya sendiri suka putih telur. Daging ayam sungkan, kecuali yang saya yakin benar penyembelihannya. Daging sapi begitu juga. Jika ingin daging, lebih baik udang atau ikan. Di pasar banyak.
Balik ke benang merah, untuk menurunkan berat badan, cukup makan sehari sekali. Ini cara termudah. Tak bahaya kok, insya Allah aman. Ini tradisi nenek moyang kita. Rata-rata badan mereka kuat karena budaya mereka yang sehat. Mereka rata-rata, makan sehari sekali saja. Itu terjadi karena dulu berbeda dengan sekarang. Sekarang makanan sudah disediakan, sedangkan dulu tidak.
Untuk mendapatkan makanan, orang jaman dulu harus berburu, dari hutan ke hutan, dari padang ke padang, dari lembah ke lembah. Pagi sampai siang berburu, memasak, baru sore bisa makan. Jadi setidaknya, mereka makan sehari sekali.
Para ulama pun juga melakukannya. Mereka punya karya besar, kitab berjilid-jilid yang terus dibaca hingga sekarang, karena pikiran mereka cerdas. Dan kenapa pikiran mereka cerdas, adalah karena mereka bukan jago makan. Mereka makan sedikit, maka otaknya cerah, berpikir lebih baik, mudah menyerap pengetahuan, dan membagikannya dengan tulisan.
Ulama penulis yang karyanya dibaca luas adalah Ibnu Jarir. Nama bekennya Ibnu Jarir At-Thabari. Beliau Mengarang berjilid-jilid kitab tebal, antara lain Tafsir At-Thabari. Budaya makannya tidak banyak. Beliau makan sehari sekali saja. Yaitu siang. Sisa waktu lainnya dia gunakan buat ibadah, mengajar dan memperdalam pengetahuannya. Begitu juga Imam Al-Ghazali, entah berapa dia ukuran makannya, yang jelas dia menyusun kitab monumental--Ihya Ulumuddin--selama pertapaannya di menara Mesjidil Aqsa.
Jadi ketika Anda putuskan makan sehari sekali saja, sebenarnya Anda dalam transformasi diri menuju budaya hebat, menjadi seperti tradisi para ulama.
Nafsu makan, bukanlah teman yang layak dimanja. Semakin dimanja, semakin dia minta banyak. Kalau tidak percaya, rasakan setelah sarapan, justru perut cepat lapar. Jangan dimanja, tapi dikendalikan. Dan ketika Anda sukses mengendalikannya, maka kebugaran, kecerdasan, dan kesehatan menjadi milik Anda. Insya Allah. Kegemukan? Ah, buktikan saja.
Related Posts:
I still can not purify yourself with natural foods, they also consume processed foods, even contain preservatives.
Yesterday stylish person like me to the mall, grocery shopping cooking, its intention to buy shrimp, and fish close to the shelf, I saw, I somehow giant tiger prawn, one hundred grams just approaching fifty thousand. Gee, very expensive. Yesterday I was shopping yesterday shrimp in the traditional markets are not that expensive. Indeed shopping at this mall for the heavy purse. Willingness to buy shrimp finally canceled, then come intention to buy fish, I noticed again and again, as expensive price.
Why nutritious food is very expensive. Finally turning to the shelves so you know, and see bottled know strange, elliptical like a sausage. Create your protein needs I take that, then thinking marinade. Looked back rack fish on the bottom line up the bottles condiments, such as teriyaki sauce or oyster sauce so, and I'm interested in him, to see the price. Ordinary people are poor when shopping to see first-lihar price, then take one of refillable packaging. Buy a bottle of lazy, because it would have been more expensive, the price plus the price of the bottle.
Yesterday stylish person like me to the mall, grocery shopping cooking, its intention to buy shrimp, and fish close to the shelf, I saw, I somehow giant tiger prawn, one hundred grams just approaching fifty thousand. Gee, very expensive. Yesterday I was shopping yesterday shrimp in the traditional markets are not that expensive. Indeed shopping at this mall for the heavy purse. Willingness to buy shrimp finally canceled, then come intention to buy fish, I noticed again and again, as expensive price.
Why nutritious food is very expensive. Finally turning to the shelves so you know, and see bottled know strange, elliptical like a sausage. Create your protein needs I take that, then thinking marinade. Looked back rack fish on the bottom line up the bottles condiments, such as teriyaki sauce or oyster sauce so, and I'm interested in him, to see the price. Ordinary people are poor when shopping to see first-lihar price, then take one of refillable packaging. Buy a bottle of lazy, because it would have been more expensive, the price plus the price of the bottle.
Related Posts:
Syarah Soundtrack Film Surga Yang Tak Dirindukan
Surga Yang Tak Dirindukan menceritakan bagaimana pedihnya seorang istri mendapati suaminya menikah lagi dengan istri kedua. Itu pula yang digambarkan dalam soundtracknya, kepedihan sangat tergambar dalam lirik, "Pudar harap mawaddah bersamamu." Jadi bisa dibayangkan, bagaimana seorang istri, yang semula saat membangun rumah tangga, bertekad membangun mawaddah, seketika tahu suaminya kembali menikah, harapan membangun mawaddah itu hancur berantakan.
Akan tetapi, jika kita cermati bagian lain sountrack itu, ada bagian yang secara tidak sengaja, menyiratkan bahwa sang istri, menyatakan istri suaminya harus dua, yaitu pada lirik..
"Akulah sayapmu, yang kau butuhkan, untuk nanti terbang....."
Coba Anda renungkan kata "sayap", kemudian perhatikan sayap ayam, sayap burung, sayap kelelawar, sayap bebek, sayap angsa, ada berapa?
Dua.
Nah, apa yang terjadi jika sayap itu hanya ada satu?
Ayam bersayap satu, bebek bersayap satu, angsa bersayap satu, burung bersayap satu, apa namanya?
Cacat.
Sayap ya harus dua, jika burung hanya mempunyai satu sayap, burung takkan bisa terbang. Kelelawar hanya punya satu sayap, tidak bisa terbang.
Jadi sayap itu memang harus dua.
Betul tidak?
Hai, betul tidak? Kenapa Anda malah diam?
Cari ide ya buat ngeles?
Silakan cari binatang apa yang sayapnya satu. Ayam dengan satu sayap itu ya ayam di piring Anda, saat Anda makan, itu pun hanya sayapnya, ayamnya sudah tidak ada.
Jadi, begitulah. Untuk selanjutnya, terserah Anda, mau mikir apa.
Related Posts:
Menjadi Sehat Dengan Kebahagiaan
Hormon HGH adalah hormon pertumbuhan yang fungsinya merangsang sel melakukan perbaikan, sehingga seseorang akan terlihat awet muda, dan hormon ini akan keluar dari kelenjar di bawah otak, diantaranya ketika seseorang merasa bahagia.
Sekarang usia saya sudah tiga puluh tahun lebih, sudah mulai menanjak ke masa tua, harus mulai berpikir bagaimana supaya tidak cepat tua, karena selama ni, seringkali tiap ketemu orang baru, biasanya mereka menebak usia saya lebih tinggi dari yang sebenarnya, artinya saya mungkin menjadi tampak cepat tua karena kurang merangsang keluarnya hormon HGH, sehingga daya awet muda saya tidak ada, karena itu baiklah, demi keluarnya hormon itu, agar badan ini, minimal sedikit awetlah, saya sengaja akan bahagia.
Sekarang saya bahagia, bersyukur, dan merasa senang menjadi orang Sunda, sebab orang Sunda mempunyai kekayaan budaya, yaitu wayang golek, hehe. Norak juga rasanya berbahagia dengan yang beginian, tapi ah ini kebahagiaan yang sebenarnya. Wayang golek itu luar biasa, dan salah satu yang luar biasa dari pertunjukan wayang golek adalah, seni budaya ini nyaman ditonton nyaman juga didengar. Ditonton bisa, didengar juga oke. Tayang di TV bisa, siaran di radio bisa. Sambil menulis ini, saya memutarnya di youtube, ada gambarnya, tapi karena sambil menulis dan melayani pembeli online, saya hanya bisa mendengarnya. Dalangnya Asep Sunandar Sunarya, dalam cerita "Bima Murka", saya dengarkan, dan sungguh indah, di dalamnya banyak sekali nasihat, pepatah-pepatah, perlambang-perlambang, renungan-renungan. Dalam pewayangan dikenal Semar Badranaya, seoang tua yang bersembunyi di tempat yang terang, dalam wujud manusia bungkuk gemuk sekujur tubuh hitam kecuali wajah yang putih, yang jika mengeluarkan kata-kata, isinya selalu bijaksana.
Kata-kata Semar kaya akan nasihat, menginspirasi orang-orang di sekitarnya.
"Harus silaturrahmi di antara sesama kalian, kepada saudara, kepada ibu, kepada bapak, kepada tetangga, kepada teman, kepada siapa saja di sekeliling kalian, tapi yang terutama sillaturrahmi kepada diri kalian, karena diri kalian bukan semata satu diri kalian, terdiri dari beberapa bagian diri kalian. Itu harus kalian kenali, harus kalian sillaturrahmi. Kenalilah tangan, kenalilah kaki, kenalilah mulut, kenalilah mata, kenalilah wajah, kenalilah perut, kenali pikiran, kenali perasaan, kenalilah semuanya, tengoklah bagaimana kabarnya, apa yang mereka lakukan selama ini, tanya, jika salah jangan biarkan salah, jika keliru jangan biarkan keliru, jika benar beri keteguhan agar senantiasa benar, jika baik kuatkanlah supaya terus baik. Kenalilah semuanya, sillaturrahmilah kepada semuanya."
Juga ketika Astrajingga alias Bagong alias Cepot mengeluh kepada Semar-ayahnya ini--akan susahnya hidup, susah mencari pekerjaan tetap, melamar jadi polisi tidak diterima dengan alasan badannya kecil dan giginya hanya punya satu, sebab tidak pantas polisi hanya punya satu gigi--Semar, sang ayah bertanya retoris kepadanya:
"Kamu tidak mau merasakan susahnya hidup?"
"Tidak mau. Pak?"
"Mau tahu caranya?"
"Mau Pak."
"Jangan mencari pekerjaan tetap, tapi kamu harus tetap bekerja, kerjakan apa saja kebaikan. Ada selokan kotor bersihkan, ada sampah musim kemarau berserakan, kumpulkan, bakar, ada benih cabe, silakan tanam. Bangsa ini, negeri ini akan subur makmur bukan dengan bukan karena banyak pekeja tetap, tapi negeri ini akan makmur dengan orang-orang yang tetap bekerja, itulah manusia berkualitas, yang tetap bekerja, tetap mengabdi, tidak membuang-buang waktunya dengan berkeluh kesah, dan terlalu banyak mengkhayal."
"Jadi kuncinya tetap bekerja?" Tanya Cepot.
"Penuh dengan pengabdian. Lihat di Al-Qur'an surat Al-Fatihah, sebelum iyyaka nasta'in ada apa dulu?"
"Iyyaka na'budu"
"Nah, itulah pengabdian. Jadi kamu harus tetap bekerja. Tidak akan susah makan."
Sungguh menyenangkan, mendengarkan cerita wayang sambil menyerap nasihat-nasihat. Dan sungguh menyenangkan, mendengarkan nasihat sambil menikmati cerita wayang.
Related Posts:
Mengatasi Godaan Makanan Kurang Sehat
Bagaimana cara saya mengatasi godaan makanan kurang sehat?
Pertama, saya akan banyak minum air. Namun dini hari ini, saat menggarap tulisan ini, dispenser kembali bocor, setelah sebelumnya saya perbaiki dan aman, sekarang kembali bocor, harus kembali saya bongkar dan perbaik. Dulu sih masalahnya, pada bagian dalam ada piva yang lepas.
Pertama, saya akan banyak minum air. Namun dini hari ini, saat menggarap tulisan ini, dispenser kembali bocor, setelah sebelumnya saya perbaiki dan aman, sekarang kembali bocor, harus kembali saya bongkar dan perbaik. Dulu sih masalahnya, pada bagian dalam ada piva yang lepas.
Kedua, menyibukkan diri dengan membaca, kerja, dan olahraga, dan berbicara dengan orang.
Sibuk berkarya, sibuk membaca. Buku begitu banyak, jika saya malah banyak makan, banyak ngantuk, buku itu takkkan terbaca dengan cepat.
Ketiga, mempunyai prinsip, nikmatilah apa saja, asal itu bukan makanan. Banyak makan buat saya cepat tua.
Jadi prinsipnya adalah, nikmatilah apa saja kecuali makan. Nikmatilah bekerja, nikmatilah facebookan, nikmatilah buku-buku, nikmatilah menulis, nikmatilah membaca, nikmatilah pemandangan, nikmatilah mandi, nikmatilah shalat, nikmatilah berdoa, nikmatilah menangis, nikmatilah tertawa, tapi satu hal yang saya jangan nikmati: Jangan terlalu menikmati makanan. Jadikan makanan seperti shalat, tepat waktunya dan menggunakan aturan.
Related Posts:
Godaan Makanan Kurang Sehat
Benar tempat tinggal saya dekat dengan sumber makanan sehat, yaitu pasar, yang menyediakan buah dan sayur, namun saat yang sama, sumber makanan kurang sehat pun dekat, dan godaannya sangat dahsyat.
Benar-benar menggoda. Seperti Anda lihat pada gambar, itu gorengan, terdiri dari pisang molen dan bakwan, tampilannya sangat menggiurkan. Namun bagi saya, gorengan yang dimakan berlebihan itu kurang sehat. Mohon digarisbawahi kata berlebihan. Supaya Anda tidak salah paham, dan menganggap saya telah mengatakan gorengan sebagai makanan kurang sehat, kemudian menganggap saya telah merugikan para pedagang kecil, kaki lima, dan roda-roda. Sama sekali tidak, yang saya maksud kurang sehat bukan gorengannya, tapi berlebihannya, seperti kebiasaan saya jika makan gorengan, sebab memang, apapun makanannya, bisa merusak kesehatakan, ketika makanan itu dikonsumsi secara berlebihan.
Berjalan di pinggir mall, sejak dari tepian jalan hingga ruko. Tukang gorengan bersebaran, yang di kantin makan, yang menggunakan roda, ibu-ibu pedagang asong, atau warung khusus gorengan, banyak sekali gorengan, sejak pinggiran jalan hingga ke sela-sela gang.
Masuk komplek pertokoan, sambil berjalan di antara deretan mobil-mobil mewah, harum goreng ayam dari rumah makan cabang Amerika itu nikmat di pernafasan, lezat, merangsang otak langsung membayangkan daging ayam lunak, yang saat saya gigit bagian luarnya, suara krek renyah terdengar kemudian gurihnya langsung membelai lidah.
Benar-benar menggoda. Seperti Anda lihat pada gambar, itu gorengan, terdiri dari pisang molen dan bakwan, tampilannya sangat menggiurkan. Namun bagi saya, gorengan yang dimakan berlebihan itu kurang sehat. Mohon digarisbawahi kata berlebihan. Supaya Anda tidak salah paham, dan menganggap saya telah mengatakan gorengan sebagai makanan kurang sehat, kemudian menganggap saya telah merugikan para pedagang kecil, kaki lima, dan roda-roda. Sama sekali tidak, yang saya maksud kurang sehat bukan gorengannya, tapi berlebihannya, seperti kebiasaan saya jika makan gorengan, sebab memang, apapun makanannya, bisa merusak kesehatakan, ketika makanan itu dikonsumsi secara berlebihan.Ini bekas-bekasnya masih terprasasti pada wajah. Kasar dan lobang-lobang ini adalah prasasti sejarah, dari kejadian masa lalu pada diri saya, ketika di rumah emak berjualan gorengan, dan di dapur gorengan itu banyak tersedia, seringkali saya tak tahan bolak-balik ke sana, dan memakannya. Tahu-tahu sudah kenyang, dan suatu pagi saat berangkat sekolah, di kaca spion motor orang, saya melihat jerawat sudah ramai bertimbulan di wajah, di pipi, di ujung hidung, di jidat, di dagu, dekat pelipis, di mana-mana.
Perlu juga ditekankan, devinisi makanan sehat dan tidak sehat yang saya bicarakan ini adalah makanan sehat versi saya, yaitu buah, sayuran, dan makanan alamiah langsung diambil dari alam. Selain ini, buat program saya sekarang--yaitu program mendisiplinkan diri dengan memakan makanan sehat--selain sayur, buah, dan umbi-umbian produk langsung dari alam saya anggap kurang sehat.
Ya, bagaimana saya akan mengatasi godaan makanan tidak sehat?
Related Posts:
Tips Bangun Tidur Sehat
Pernah bangun tidur merasakan kepala berat, pening luar biasa? Bisa beragam penyebabnya. Bisa jadi Anda memang sedang sakit, bisa jadi Anda sebelumnya sengaja membuat diri Anda sakit yaitu tidur dalam keadaan perut kenyang. Tidur dalam kekenyangan akan membuat bangun terasa berat. Yang harusnya setelah istirahat itu badan terasa bugar, sehat, dan kepala ringan, namun yang Anda rasakan terasa berat. Yang saya temukan, penyebabnya, itu karena sebelum tidur Anda melakukan makan sampai kenyang, kemudian Anda ngantuk dan Anda tertidur karena kekenyangan.
Mengurangi banyak makan terasa benar menyehatkan. Yang biasanya bangun merasakan sakit kepala, sekarang tidak.
Padahal semalam, saat menjelang tidur dan saya putuskan takkan mencari makanan dan hanya minum, ada rasa cemas, saya akan tidur dan tak bangun lagi, seperti cerita pemeran tokoh Mahar itu. Namun ternyata sekarang, dini hari, jam tiga, saya masih bangun, jam tiga lebih, dengan kepala ringan, kesehatan yang sebelumnya tak pernah saya rasakan terutama jika malamnya banyak makan.
Jika malam makan kekenyangan, bangun kepala akan berat saya rasakan, dan itu sering sekali saya lakukan. Ngeri juga mengingat kebiasaan-kebiasaan saya sebelumnya, terutama ketika mengingat keburukan yang diakibatkannya. Makan kekenyangan itu bisa menyebabkan cepat tua. Dan itu efeknya terasa. Bukan satu dua orang ketika baru kenal dengan saya, menganggap saya berusia tiga puluh sembilan tahunan. Bukan seorang saja mengatakan itu. Harusnya itu saya jadikan bahan pelajaran, tapi bodohnya selama ini saya mengira itu candaan saja, dan saya malah menganggap jujur orang yang mengatakan wajah saya masih kelihatan dua puluh tahunan.
Ini sangat menggelikan. Padahal, justru yang jujur itu yang mengatakan wajah saya sudah kelihatan tua. Itu yang benar, sesuai dengan kebiasaan saya: banyak makan. Siang banyak makan, malam banyak makan. Tidur dalam keadaan kenyang. Kerja dalam keadaan kenyang. Membaca dalam keadaan kenyang. Membaca sambil makan, menulis sambil makan, begitulah kebiasaan saya selama ini, ya mana bisa mendapatkan kesehatan prima.
Saya kira kesehatan bisa diraih dengan banyak makan makanan sehat, ternyata kesehatan lebih mudah diraih dengan mengurangi makan, meskipun itu makanan sehat.
Related Posts:
Ini Anugerah: Dekat Dengan Makanan Sehat
Satu anugerah terindah yang tak bosan-bosan saya syukuri adalah, kehidupan saya sekarang. Didekatkan kepada tempat yang menyediakan sumber makanan lengkap, dan Allah menakdirkan saya punya uang buat membelinya. Dari sini ke pasar, tinggal berjalan beberapa langkah, maka akan saya temukan di sana, sumber makana lengkap. Ikan laut, sayuran, buah-buahan. Ikan apa saja, tongkol, bandeng, udang, tenggiri, kerapu, mujair, ikan mas, gurami, udang galah, udang kecil, udang besar.
Sayuran apa saja, kol, sawi, kubis, brokoli, bayam, kangkung, seladah, casin, buncis, wortel, tomat. Buah-buahan apa saja, apel malang, apel woshington, jeruk garut, jeruk pontianak, jeruk mandarin, jeruk purut, jeruk nipis, melon, anggur, semangka, mangga.
Bumbu apa saja, bawang merah, bawang putih, ketumbar, kunir, jahe, lengkuas, lada, kemiri, cabe, kunyit, bawang bombay, pala, salam, serai, dan banyak bumbu lainnya. Lengkap, di sana makanan nyaris semuanya lengkap, saya mau apa saja tersedia di sana, sumber makanan alami, sumber makanan segar yang diambil dari alam.
Ya Allah ampunilah dosa-dosa saya, jangan Engkau turunkan saya dari suasana ini, ini benar-benar suasana sorga. Ini benar-benar suasana kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Nyaris segala yang saya butuhkan ada dan dekat.
Saya memang jauh dari ladang, jauh dari sawah, tempat bersumbernya berbagai makanan alamiah, akan tetapi, saya dekat dengan pasar, tempat segala macam makan alami bergizi bisa saya dapatkan, dan yang terpenting dari semua itu, saya ditakdirkan mempunyai uang buat membelinya. Dekat dengan pasar yang menyediakan makanan lengkap dan punya cukup uang, inilah inti bahagianya, karena tidak ada artinya dekat dengan pasar tapi tidak banyak uang sebagaimana tidak ada gunanya punya banyak uang tapi jauh dari pasar.
Dan saya di sini merasakan semuanya. Uang saya sekarang banyak, di rekening banyak, di tas banyak, bahkan di meja, tergeletak di gelas, berdesakan uang seratus ribuan, meski, hanya tiga lembar, hehe, yang jika orang jail dan melihat ,dia bisa mengambilnya dengan sangat mudah. Ini benar-benar nikmat dari Allah, di luar kekuasaan saya, di luar kemampuan saya, karena saya sendiri, jika harus mencari uang sendiri sebanyak ini, sungguh saya tidak bisa.
Related Posts:
Menikmati Setiap Detik
Pagi ini, saya kembali mendapatkan pelajaran, akan pentingnya ketenangan, dan menikmati semuanya dengan penuh penghayatan. Saya ingin segala hal yang saya lihat bermakna, saya ingin segalanya menjadi pelajaran. Saya ingin semua benda di rungan ini teman terindah. Saya ingin bercerita, semuanya bicara, dan dari hidup keseharian saya di kantor, hingga dari hal paling sederhana sekalipun saya ingin membuat cerita, sehingga, saat nanti menjadi satu buku novel, yang orang baca, bukanlah sesuatu yang jauh dari mereka, namun satu hal yang sangat dekat, sesuatu yang mereka pun sering melakukannya, menemukannya, dan merasakannya, sehingga saat mereka membaca tulisan saya, mereka seakan sedang membaca kehidupan mereka juga dan memaknainya.
Ingin, saya ingin benar-benar menikmati setiap hal, sekarang, detik ini juga, dan menurut buku yang pernah saya baca, jika ingin segalanya terasa, saya harus hidup dengan penuh ketenangan.
Dalam merespon setiap pembeli yang datang, saya harus melayaninya dengan penuh ketenangan. Tertib menanyakan alamatnya di mana, harus tahu persis tinggal di kecamatan apa, harus jelas, sehingga saat menentukan ongkos kirim dan jumlah uang yang harus saya transfer tidak salah. Harus saya nikmati setiap kata sapaan saya kepada mereka, dan harus saya nikmati pula apapun reaksi mereka. Seandainya apa yang saya terima dari mereka ucapan menyenangkan, saya harus berusaha merasakan nikmat dan indahnya berterima kasih kepada mereka, dan ketika sikap yang saya terima dari mereka kurang menyenangkan, saya pun harus berusaha merasakan manisnya kesabaran dan indahnya memaafkan.
Belum tentu berapa hari lagi umur saya, hidup ini, nafas demi nafas, kedip demi kedip, detik demi detik, harus saya nikmati sebaik-baiknya. Ketika kerja, menjawab setiap pertanyaan konsumen, saya berusaha, supaya bisa merasakan setiap ketukan jari pada tuts-tuts keyboar komputer. Ini keajaiban, dan ini semua bukan punya saya. Jari saya sendiri saja bukan punya saya, begitu juga kemampuan mengetiknya. Masih ingat, dulu jika mengetik, saya harus menunduk melihat tuts keyboard. Seringkali bingung saking banyaknya, memijitnya satu persatu, membuat penulisan jadi telat. Menulis puisi beberapa baris saja harus menghabiskan setengah hingga satu jam. Sekarang tidak. Sebab seringnya menulis lewat kumputer, tak perlu lagi mata menunduk melihat tuts-tuts yang harus saya pijit. Tinggal memikirkan saja kata apa yang akan saya tuliskan, mata menatap lurus ke layar, dan tangan terbiarkan mengetik, menyusun huruf menjadi kata-kata, dan menyusun kata menjadi kalimat, sesuai perintah otak. Kemampuan ini bukan punya saya, sebab kalau benar ini punya saya, pasti saya mengerti bagaimana proses menanamkannya, bagaimana sampai jari-jari ini bisa meloncat dari satu tuts ke tuts lainnya, bagaimana dia bisa tahu dengan cepat mana tuts yang harus disentuhnya dan mana yang jangan. Saya sendiri tidak mengerti apa sebabnya, dan Allah pastinya sangat mengetahui sebab hanya Dia yang membuat, dan semua kemampuan ini punya dia.
Saya harap Anda tidak menangkap ini sebagai cara saya berbangga-bangga, karena, tentu saja kemampuan mengetik seperti ini jaman sekarang bukan satu hal yang layak dibangga-banggakan, sebab nyaris setiap orang sudah mengerti komputer, yang karenanya, tentu sangat banyak yang bahkan, mungkin orang lain jauh lebih cepat. Ini hanya cara saya ingin membuat sebuah renungan bahwa selama ini begitu banyak kenikmatan sederhana di dekat kita, bahkan melekat pada diri kita, namun luput dari renungan, yang akibatnya, kita lupakan, kita abaikan, kita sepelekan, yang padahal, jika nikmat ini harus kita yang membuatnya, jangankan membuat ribuan nikmat, satu nikmat saja, kedipan kita, sungguh, kita takkan sanggup membuatnya. Apa yang bisa Anda lakukan jika detik ini juga bibir mata Anda beku tidak bisa berkedip? Jangankan mengobatinya, membayangkannya saja susah.
Ingin, saya ingin benar-benar menikmati setiap hal, sekarang, detik ini juga, dan menurut buku yang pernah saya baca, jika ingin segalanya terasa, saya harus hidup dengan penuh ketenangan.
Dalam merespon setiap pembeli yang datang, saya harus melayaninya dengan penuh ketenangan. Tertib menanyakan alamatnya di mana, harus tahu persis tinggal di kecamatan apa, harus jelas, sehingga saat menentukan ongkos kirim dan jumlah uang yang harus saya transfer tidak salah. Harus saya nikmati setiap kata sapaan saya kepada mereka, dan harus saya nikmati pula apapun reaksi mereka. Seandainya apa yang saya terima dari mereka ucapan menyenangkan, saya harus berusaha merasakan nikmat dan indahnya berterima kasih kepada mereka, dan ketika sikap yang saya terima dari mereka kurang menyenangkan, saya pun harus berusaha merasakan manisnya kesabaran dan indahnya memaafkan.
Belum tentu berapa hari lagi umur saya, hidup ini, nafas demi nafas, kedip demi kedip, detik demi detik, harus saya nikmati sebaik-baiknya. Ketika kerja, menjawab setiap pertanyaan konsumen, saya berusaha, supaya bisa merasakan setiap ketukan jari pada tuts-tuts keyboar komputer. Ini keajaiban, dan ini semua bukan punya saya. Jari saya sendiri saja bukan punya saya, begitu juga kemampuan mengetiknya. Masih ingat, dulu jika mengetik, saya harus menunduk melihat tuts keyboard. Seringkali bingung saking banyaknya, memijitnya satu persatu, membuat penulisan jadi telat. Menulis puisi beberapa baris saja harus menghabiskan setengah hingga satu jam. Sekarang tidak. Sebab seringnya menulis lewat kumputer, tak perlu lagi mata menunduk melihat tuts-tuts yang harus saya pijit. Tinggal memikirkan saja kata apa yang akan saya tuliskan, mata menatap lurus ke layar, dan tangan terbiarkan mengetik, menyusun huruf menjadi kata-kata, dan menyusun kata menjadi kalimat, sesuai perintah otak. Kemampuan ini bukan punya saya, sebab kalau benar ini punya saya, pasti saya mengerti bagaimana proses menanamkannya, bagaimana sampai jari-jari ini bisa meloncat dari satu tuts ke tuts lainnya, bagaimana dia bisa tahu dengan cepat mana tuts yang harus disentuhnya dan mana yang jangan. Saya sendiri tidak mengerti apa sebabnya, dan Allah pastinya sangat mengetahui sebab hanya Dia yang membuat, dan semua kemampuan ini punya dia.
Saya harap Anda tidak menangkap ini sebagai cara saya berbangga-bangga, karena, tentu saja kemampuan mengetik seperti ini jaman sekarang bukan satu hal yang layak dibangga-banggakan, sebab nyaris setiap orang sudah mengerti komputer, yang karenanya, tentu sangat banyak yang bahkan, mungkin orang lain jauh lebih cepat. Ini hanya cara saya ingin membuat sebuah renungan bahwa selama ini begitu banyak kenikmatan sederhana di dekat kita, bahkan melekat pada diri kita, namun luput dari renungan, yang akibatnya, kita lupakan, kita abaikan, kita sepelekan, yang padahal, jika nikmat ini harus kita yang membuatnya, jangankan membuat ribuan nikmat, satu nikmat saja, kedipan kita, sungguh, kita takkan sanggup membuatnya. Apa yang bisa Anda lakukan jika detik ini juga bibir mata Anda beku tidak bisa berkedip? Jangankan mengobatinya, membayangkannya saja susah.
Related Posts:
Ramadhan yang Akan Pergi
Ramadhan yang akan pergi, aku melihatnya sebagai sahabat yang semula tidak saya suka, namun setelah beberapa hari ditemaninya, barulah sadar dan bisa melihat besar baiknya, kesadaran yang begitu sayang, datangnya saat dekat ke detik-detik berpisah.
* * *
Masih ingat, kedatangannya sebulan kurang yang lalu, tidak membuat saya bahagia, karena bulan ini, membebani saya dengan lapar, lesu, dan kurang makan. Karnanya saya heran, kepada orang mengucapkan "Marhaban ya Ramadhan", kemudian menyambutnya dengan membuat banner, mengadakan syukuran, dan sedekah. Aslikah dia mengatakan itu, ataukah sekedar basa-basi?Padahal saya sendiri melihat bulan ini, serasa melihat gurun panas, berlika liku dan turun naik, yang harus saya tempuh tanpa setetes pun bekal air. Berat. Sungkan.
* * *
Masih ingat, kedatangannya sebulan kurang yang lalu, tidak membuat saya bahagia, karena bulan ini, membebani saya dengan lapar, lesu, dan kurang makan. Karnanya saya heran, kepada orang mengucapkan "Marhaban ya Ramadhan", kemudian menyambutnya dengan membuat banner, mengadakan syukuran, dan sedekah. Aslikah dia mengatakan itu, ataukah sekedar basa-basi?Padahal saya sendiri melihat bulan ini, serasa melihat gurun panas, berlika liku dan turun naik, yang harus saya tempuh tanpa setetes pun bekal air. Berat. Sungkan.
Dan sepertinya hati sebagian besar orang juga begitu. Buktinya saat Ramadhan mulai menyapa dan menghimpit orang-orang dengan dahaga, saya masuk plaza, dan melewati gerai makan, masih siang tampak meja-meja penuh makanan, terhidang goreng ayam, yang dicubit dan disuapkan, yang melihat itu, tak terhindarkan batin saya mengumpat, "Si monyet itu muslim apa bukan sih? Kalau muslim, ajaran siapa yang dia pake?"
Saya mengumpat mereka, sebenarnya mengumpat diri sendiri, karena batin mereka, tak jauh beda dengan batin saya, mereka menghadapi Ramadhan dengan rasa sungkan, dan saya pun melihatnya demikian?
Akan tetapi sekarang, setelah dua puluh tujuh hari bulan berlalu, dan sadar hari tersisa tinggal dua, dua hari saja, air mata mengambang, pandangan berkaca-kaca. Ramadhan ini melaksanakan puasa, sambil saya baca buku tentang manfaat puasa, ya Allah, Engkau Maha Besar.
Bukanlah beban, ternyata shaum ini kebaikan.
Obat termudah, penawar paling aman. Tiada badan segar saya rasakan sebugar sekarang. Sambil shaum ini saya jalankan, perlahan saya baca buku kesehatan, mendengar perbincangan tentang kesehatan, ternyata shaum, manfaatnya luar biasa. Jika dengan makan, sel kita diperbaharui, dengan shaum, sel itu diremajakan.
Maka shaum, sesungguhnya memberi kesempatan tubuh meremajakan dirinya. Begitu banyak orang menginginkan awet muda, begitu banyak orang cemas tubuhnya cepat tua, obat apa apapun dikonsumsi, pengencang semahal apapun mereka beli, bahkan sebagian operasi plastik, karena saking ingin, kemudaaannya kembali, saking ingin kemudaannya abadi, dan hanya sedikit dari mereka yang tahu, shaumlah sebenarnya, yang dengan manjur akan meremajakan tubuh mereka, yang dengan ampuh akan mempertahankan kemudaannya.
Bukanlah beban, ternyata shaum ini kebaikan.
Obat termudah, penawar paling aman. Tiada badan segar saya rasakan sebugar sekarang. Sambil shaum ini saya jalankan, perlahan saya baca buku kesehatan, mendengar perbincangan tentang kesehatan, ternyata shaum, manfaatnya luar biasa. Jika dengan makan, sel kita diperbaharui, dengan shaum, sel itu diremajakan.
Maka shaum, sesungguhnya memberi kesempatan tubuh meremajakan dirinya. Begitu banyak orang menginginkan awet muda, begitu banyak orang cemas tubuhnya cepat tua, obat apa apapun dikonsumsi, pengencang semahal apapun mereka beli, bahkan sebagian operasi plastik, karena saking ingin, kemudaaannya kembali, saking ingin kemudaannya abadi, dan hanya sedikit dari mereka yang tahu, shaumlah sebenarnya, yang dengan manjur akan meremajakan tubuh mereka, yang dengan ampuh akan mempertahankan kemudaannya.
Peradaban telah memproduk berbagai makanan, yang menyerang tubuh saya dengan racun, mengotori darah, mengacaukan sel, merusak jaringan kulit, kemudian badan ini, sebentar-sebentar sakit, sebentar-sebentar lemah, kemudian datang Ramadhan membawa berkah puasa, menahan saya dari makan, maka saat itulah, racun akan dikeluarkan, dari urat-urat, dari sel-sel darah, seperti saluran air di sebuah kota yang dibendung sementara, supaya para petugas kebersihan dengan mudah membersihkan lorong-lorongnya, seperti itulah puasa.
Di bagian belakang, sebelah dalam batok kepala, ada bagian otak yang mengeluarkan hormon HGH. Hormon yang dihasilkan hanya manakala seseorang dalam keadaan lapar, hanya saat makan dihentikan, hanya saat seseorang puasa, maka keluarlah HGH, merangsang sel tubuh meremajakan dirinya, jaringan kulit membersihkan kotorannya, membuat rambut bahagia.
Inilah Ramadhan Allah karuniakan kepada saya, kepada Anda, kepada kita semua. Ini anugerah. Setelah menjanjikan pahala besar, Dia pun perlihatkan, shaum ini sungguh penyembuh.
Ini bulah kesehatan.
Allah syariatkan puasa, sesungguhnya Dia ingin memberi kebaikan, sesuatu yang orang beriman telah lama meyakininya, ketika dia ditanya: "Apakah yang Allah turunkan kepadamu?"
Inilah Ramadhan Allah karuniakan kepada saya, kepada Anda, kepada kita semua. Ini anugerah. Setelah menjanjikan pahala besar, Dia pun perlihatkan, shaum ini sungguh penyembuh.
Ini bulah kesehatan.
Allah syariatkan puasa, sesungguhnya Dia ingin memberi kebaikan, sesuatu yang orang beriman telah lama meyakininya, ketika dia ditanya: "Apakah yang Allah turunkan kepadamu?"
Mereka menjawab, "Kebaikan"
Berkali-kali ujung kain sarung saya tarik, menyeka air mata yang berlelehan, mengingat Allah yang penuh kemurahan, mengingat diri yang penuh kebodohan, mengingat waktu yang begitu singkat, melihat ke depan, melihat ke belakang, melihat diri sendiri, melihat Ramadhan, Ya Allah, Bulan indah ini kenapa cepat berlalu? Saat rindu menemukan muaranya, kemudian berlayar ke tengah samudra, menikmati gelombang rahmat yang menggulung dan menenggelamkan batin dalam kebahagiaan dan indahnya berpuasa, tiba-tiba semuanya akan segera selesai.
Tahun berikutnya, belum tentu umur ini akan sampai.
Baru sekarang saya mengerti kenapa ada sebagian orang mengucapkan "Marhaban ya Ramadhan" dengan penuh cinta. Itu, adalah ucapan tulus orang beriman, yang jujur dengan keimanannya, yang yakinnya kepada Allah bersih dari keraguan, yang cintanya kepada Allah suci dari kedustaan, yang menghambanya kepada Allah bukan pulasan, tapi sepenuhnya, segalanya, mengaliri pembuluh darahnya, merembesi daging dagingnya, menembus tulang-tulangnya, menggetarkan saraf-sarafnya, yang merasakan Ramadhan sebagai angin surga, sumber nafas yang mereka hirup sepenuh hati, untuk merasakan indahnya tempat terbaik itu dari bumi.
Mereka orang-orang beriman, hatinya tidak seperti saya--baru senang menjalani perintah Allah setelah mengerti manfaat, hati mereka--orang beriman itu tidak, mereka cinta kepada perintah Allah mana saja, apakah dalam perintah itu, mereka melihat keindahan atau--seperti--memberi keburukan, orang beriman akan sama cintanya.
Ramadhan yang akan pergi, meninggalkan saya. Semoga atmosfirnya bisa saya simpan: puasa.
Mereka orang-orang beriman, hatinya tidak seperti saya--baru senang menjalani perintah Allah setelah mengerti manfaat, hati mereka--orang beriman itu tidak, mereka cinta kepada perintah Allah mana saja, apakah dalam perintah itu, mereka melihat keindahan atau--seperti--memberi keburukan, orang beriman akan sama cintanya.
Ramadhan yang akan pergi, meninggalkan saya. Semoga atmosfirnya bisa saya simpan: puasa.
Related Posts:
Film Surga Yang Tak Dirindukan
Sangat memuaskan. Endingnya mantap. Kurang lebih, begitu kesan saya setelah nonton premiere film "SURGA YANG TAK DIRINDUKAN"
Film ini, masuk ke selera sebagian besar orang insan penikmat perfilman tanah air, saya kira.
Entahlah orang lain, tapi saya, sepanjang nonton terus menebak-nebak endingnya. Oh mungkin begini, sepertinya mau begitu, ah pasti begini, eh tapi tidak ya, ah akan begitu. Dan nyaris, semua tebakan saya meleset.
Setelah Prasetya menikahi Meirose misalnya, saya bertanya-tanya apakah endingnya akan sesuai dengan selera kebanyakan orang, misalnya dengan "membunuh" salah satu tokoh seperti di film AAC atau akan percaya diri membuat ending beda, rumah tangga dengan dua istri dalam satu atap dengan tenang, rukun, damai, subur, berdaulat, adil dan makmur, atau Arini menuntut cerai sampai rumah tangga itu berantakan. Sepanjang tayangan terus menebak.
Ah pasti endingnya akan diakhiri kematian Prasetya. Pras meninggal, kisah poligami habis dan tamatlah kisah. Yaitu saat Pras dibawa ke rumah sakit, setelah komplotan pemerkosa menusuknya sampai berlumuran darah, dia masuk rumah sakit dan tampaknya sangat payah. Ternyata tidak, setelah adegan kunjungan teman dan mertua, serta Arini dan Meiros istri keduanya, scan begitu cepat berpindah ke adegan saat arini mengadakan launching buku terbaru di panti asuhan. Kisah masil berlanjut. Pria ini masih hidup, lalu bagaimana akhirnya.
Dan kembali saya menebak, saat Meirose diangkut bersama anak dan barang-barangnya ke rumah Arini. Mungkin kisah ini akan berakhir dengan tinggalnya duami bersama dua istrinya ini dalam satu atap, dalam kedamaian, dan tebakan saya sepertinya benar ketika melihat Prasetya memimpin shalat berjamaah bersama kedua istrinya, damai berdampingan yang keduanya sehabis shalat sama mencium tangan suaminya kemudian saling berpelukan, dan wah, kalau kisah tamat sampai di sini, sebagian besar orang Indonesia akan gerah. Wah wah wah....wah wah wah,....ini pro polibag
Ternyata tidak. Kisah tidak berhenti sampai di sana. Kisah tidak diselesaikan dengan kedamaian dua istri dalam satu rumah, namun dengan....ah kurang bagus kalau di sini saya sebutkan, yang jelas lidah batin saya mencecap-cecap, sepertinya endingnya sengaja dibuat supaya sesuai selera kebanyakan orang.
BEST SINEMATOGRAFI
Film ini terpuji dari sisi sinematografinya, menurut saya. Menurut siapa lagi, orang filmnya juga belum ikut lomba. Banyak shoot dari atas yang tentunya tidak bisa sembarangan. Itu membutuhkan pesawat. Gambar berjalan dari atas rangkaian besi jembatan, dan tentu saja, tidak mungkin itu dibuat cukup dengan tangkai panjang kamera. Mungkin dengan hallycopter. Gimana sih nulis hallycopter? Bener gak sih begitu?
Kejernihan gambar tak perlu dibahas. Nama MD sudah jaminan. Sebagai rumah produksi yang telah meledakkan banyak film bagus, tentunya malu jika film ini tampil dengan kualitas asal. Gambar dibuat dengan keindahan maksimal yang mereka bisa. Terlebih yang menjadi setting adalah Yogyakarta, yang tentunya orang sudah pada kenak, ini daerah wisata, penuh cahar budaya, lengkap suasana alamnya yang sangat indah. Lihat saja scan rumah di samping sawah, pemandangan luas, dan sebuah rumah asri, dengan di depannya terparkir Honda Jazz merah. Kontras hijau dan merahnya itulah, wah!
Related Posts:
Menu Sehat: Brokoli Udang Saus Tiram
Tadinya mau asal-asalan: asal sehat, asal lancar di mulut, asal masuk perut, tak enak bukan masalah. Sayur direbus, ikan digoreng, sudah, tinggal makan, masuk perut, selesai!
Tapi, rasanya, mau juga coba variasi menu. Makan sehat bukan berarti makan tidak enak. Dengan nikmat Allah, pagi ini saya dapatkan resep sayuran dengan ikan udang. Brokoli Udang Saus Tiram.
Resep ini saya dapatkan dari tabloidbintang.com. Insya Allah pagi ini akan belanja bahan-bahannya:
1 Sendok makan minyak goreng, 4 siung bawang putih cincang halus, 2 butir bawang merah iris halus, 150 gram urang kupas, 200 ml air, 200 gram brokoli potong menurut kuntum, 150 gram wortel potong sesuai selera, 1 batang daun bawang iris halus.
Bumbunya, 2 sendok makan saus tiram, 1 sendok teh gula pasir, 1/4 sendok teh merica bubuk, 1 sendok teh garam.
Cara membuat: panaskan minyak, tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum, jika belum harum juga, coba cium lebih dekat, kalau bisa sampai hidung Andan menyentuh dasar wajan penggorengan, juka belum tericium juga, berarati yang Anda masak bawang plastik, segera beli bawang asli. Setelah harum, masukkan udang, tumis hingga berubah warna. Biasanya menjadi oranye, jika tidak berubah warna juga, tidak perlu menggunakan pewarna untuk mengubah warnanya, tapi secara umum udang yang dimasak akan berubah warna. Tambahkan brokoli, daun bawang, air, dan bumbu lainnya. Masak hingga semua bahan matang, kemudian angkat dan sajikan. Jangan lupa dimakan!
Pagi ini juga, saya mau ke pasar, belanja. Belum punya ulekan, insya Allah akan akan beli. Keluar uang lebih banyak tak mengapa. Nanti jadi banyak kerjaan tak mengapa. Malah rencana saya, di atas atap sana, akan membuat tungku, supaya bisa memasak pada kuali, karena pada kompor listrik, memasak pakai kuali tidak bisa. Beneran, di atas kompor listrik saya tidak bisa memasak menggunakan kuali. Susah sekali. Bagaimana sih caranya?
Oh ya, emak saya pernah menyarankan, beli wajan datar seperti buat telur dadar.
Tapi, ya itu belum siap anggarannya.
Jadi, buat masak udang, insya Allah, mau buat tungku saja di atas. Kayu bakarnya, kertas-kertas dan plastik dari sampah. Memanfaatkan sumber daya, begitulah istilah kerennya.
Jadi nanti buka puasa, ah menunya sama Udang Brokoli Saus Tiram.
Sekarang, baru jam 09.18 berapa jam lagi sih ke maghrib?
Sekarang, baru jam 09.18 berapa jam lagi sih ke maghrib?
Related Posts:
Tips Sehat: Bergaul Dengan Sebanyak Mungkin Orang
Inspirasi lain yang saya dapatkan untuk mendapatkan kesehatan adalah, bergaul dengan sebanyak mungkin orang. Pernah mendengar dari Ipho Santosa, di sebuah daerah di Amerika, Penysilvania, ada sebuah daerah di mana orang-orangnya berumur panjang, namun generasi berikutnya berumur pendek, padahal makanan mereka sama saja. Ketika dilakukan penelitian, ternyata, kenapa generasi sebelumnya lebih panjang dibanding generasi berikutnya, karena generasi sebelumnya lebih akrab dengan sesamanya dan lebih dekat.
Keakraban, sillaturrahmi, terjalinnya persaudaraan yang erat bisa memperkuat kesehatan.
Adalah hadits yang sudah dihafal sangat banyak orang, "Barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rejekinya, maka hendaklah dia menjalin sillaturrahmi."
Karenanya, saya harus akrab dengan sebanyak mungkin orang, dan itu tidak bisa saya lakukan tanpa kesiapan buat menerima apa saja sikap dan perlakuan orang terhadap saya. Bergaul dengan banyak orang berarti harus siap mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari orang-orang. Masalah perlakuan menyenangkan, semua orang juga siap, tapi perlakuan tidak menyenangkan, inilah yang harus disiapkan. Harus bisa memaklumi orang, memahami orang, tidak tidak mudah marah.
Saya sendiri kadang sungkan bergaul dengan orang, karena rata-rata mereka pelit hanya mencari keuntungan. Tapi kenapa saya berpikir demikian. Kalau mereka pelit, memang apa ruginya buat saya? Kalau mereka mencari keuntungan dari saya, memang apa ruginya buat saya? Kalau saya menguntungkan mereka, memang apa ruginya buat saya? Sama sekali tidak ada. Jika saya bisa memberi kepada orang, jika saya bisa menguntungkan orang, justru di sanalah saya mendapatkan keuntungan. Bergaul dengan orang itu jangan demi mendapatkan, tapi demi memberikan, karena masalah mendapatkan, itu urusannya bukan dengan manusia, tapi dengan Allah. Saya akan mendapatkan dari Allah, sebab Yang Maha Pemberi itu hanya Allah.
Lalu bagaimana ketika saya mendapatkan perlakuan menyakitkan dari orang?
Nah, kembali ke kasus otot tadi. Ketika otot sakit karena olahraga, itu tanda si otot akan berkembang menjadi lebih kuat. Demikian juga jiwa, mental, ketika sakit karena perlakuan dan kata-kata orang, sebenarnya itu kesempatan bagi si mental untuk berkembang menjadi lebih kuat.
Jadi: Jika ingin sehat, jangan sungkan bergaul dengan sebanyak mungkin orang.
Related Posts:
Buat Kesehatan, Saya Membeli Dumbel
Tulisan ini tidak perlu kamu baca, sebab isinya, hanya penting buat saya. Buat cerita saja, buat dokumentasi saja. Biar sebuah kejadian tidak hilang lalu terlupakan. Ayo, segera buka saja halaman lain. Lewat ini! Ini tidak penting buat Anda.
* * *
Turun di terminal Depok, tidak langsung ke tempat kerja, melainkan menuju Mall. Masuk Ramayana, menanyakan adakah di sini toko peralatan olahraga? Seorang sales menjawab, di lantai bawah. Saya ke bawah, menanyakan kepada orang di sana, adakah peralatan olahraga seperti barbel. Jawaban yang saya dapatkan, tidak ada.
Pindah ke Mall seberang: ITC, ini Plaza lebih luas lagi, sampai saya bingung ke mana harus mencarinya, yang karenanya beberapa kali bertanya kepada orang-orang di sana, adakah di sini peralatan olahraga. Jawaban yang saya dapatkan sama: Di Carrefour.
Carrefour itu di mana?
Di belakang sana, jawab seorang penjual pakaian.
Berjalanlah saya ke sebelah belakang, dan yang saya temukan, adalah supermarket yang menyajikan sebangsa makanan dan peralatan bayi, peralatan dapur, tidak ada peralatan olah raga. Masuk lika-liku rak, ke sana, ke mari, tengok sana, tengok sini, tidak ada peralatan olah raga. Akhirnya bertanya lagi kepada seorang tua, dan dia menyuruh saya naik ke lantai atas. Naik lagi ke lantai atas, dan ternyata banyak buku di sana. Memilih dulu buku, tergoda satu buku, mengambil sebuah buku yang sudah lama saya inginkan dan cari dari dulu tapi tak ada: Eating Animals, buku tentang makanan dan cerita di balik makanan, dan baru mencari peralatan olahraga. Tidak juga saya temukan, bertanya lagi kepada seorang gadis berwajah manis pelayan di sana. Dan dia menunjuk ke sebuah sisi, entah sisi sebelah mana--saya sudah kehilangan orientasi arah--saking luasnya plaza ini. Berjalan ke sisi yang ditunjukkan gadis tadi, banyak sepeda di sana, dan--Nah ini dia, akhirnya saya temukan: DUMBEL, beban buat diangkat-angkat. Saya benci kepada diri saya yang saat membelinya malah mikir-mikir dulu menghabiskan waktu, padahal sudah jelas pergi ke sana itu buat membeli ini. Inilah yang saya cari, tapi ketika benda itu saya temukan malah diam dan memegang-megangnya, padahal seharusnya langsung membeli dan memulai latihan. Dua buah dumbel seberat masing-masing 4 kilogram saya ambil dan beli.
Berat sekali delapan kilogram benda itu saya jinjing dalam keresek. Berjalan sana-sini di dalam plaza besar itu, kehilangan jalan pulang, ke sini tak ada jalan, ke sana tangga naik, ke situ tangganya sedang diperbaiki, akhirnya menemukan tangga biasa. Akhirnya keluar lewat pintu samping dengan badan miring menjinjing peralatan olah raga ini. Semakin lama semakin terasa berat, sesekali saya jinjing, sesekali digendong, dan hingga ke dekat toko malu juga jika benda ini saya bawa ke atas, ke ruang kerja saya, ke lantai tiga, akhirnya saya simpan saja di lantai dasar.
Begitulah ceritanya saya membeli benda yang sudah lama saya inginkan ini. Beberapa hari sebelumnya, sepulang Jumat lewat Depok Mall menanyakan kepada penyedia peralatan fitness, adakah barbel--begitu saya menyebut dumbel, karena tidak tahu. Pelayannya menjawab, tidak ada. Saya cek via online, mencari penyedia benda itu, dan ternyata harganya cukup murah, hanya 7000 rupiah perkilogramnya, tapi saya malas saat mengingat ongkirnya. Harganya memang murah, tapi ini benda berat, pasti ongkirnya bisa berlipat-lipat. Andai saya temukan toko olahraga dekat sini dan bisa membeli langsung, tentu mahal ongkir itu bisa dipangkas. Begitulah saya selalu berpikir hemat. Dan sekarang, akhirnya benda ini saya temukan.
Buat apa sih?
Saya ingin punya otot kuat. Badan ini begitu lemah, otot tangan saya kecil, dan menurut buku yang hanya bisa saya baca jilidnya, karena buku itu bersegel, masih di toko buku, otot lemah mempercepat penuaan. Saya kurus seperti wayang, sampai-sampai, jika memakai baju lengan pendek dan bercermin, rasanya, saya sendiri malu melihat diri saya, betapa kurusnya. Memakai baju berlengan pendek sangat tidak pantas.
Tapi yang terpenting dari itu adalah, ingin menjaga kesehatan. Biar tidak seharian tidak hanya duduk diam, tapi di sela kesibukan kerja, saya bisa sambil melakukan olahraga, karena, seperti saya baca dari artikel-artikel kesehatan, olah raga itu sangat banyak manfaatnya, antara lain, pernah saya baca, olah raga itu bisa merangsang keluarnya dopamin, atau hormon kebahagiaan. Ini jadi jawaban, kenapa setiap saya habis berolah raga dan berlelahan keringat, hati dan pikiran rasanya begitu lapang dan bahagia. Inilah ternyata jawabannya, karena olahraga memang, bisa merangsang keluarnya hormon kebahagiaan.
Dopamin!
Dopamin!
Related Posts:
Subscribe to:
Posts (Atom)

