Pasangan khas dari kangkung adalah terasi. Kangkung dan terasi memang the best couple. Pasangan serasi. Lebih serasi dari David Becham dan Victoria. Dari panci tumisan, aromanya harum bertiup ke mana-mana, menjadi kuliner kesayangan khas nusantara.
AKAN TETAPI
Hari ini, Senin, 1 Juni 2015, aroma kangkung nan aduhai itu berubah. Dari wangi menggoda selera menjadi bau amis darah. Hari ini, perbincangan kangkung mengandung darah. Seorang ibu tega menghabisi anaknya, yang baru 12 tahun, hanya karena tidak mau makan kangkung hasil masakannya. Anak itu pulang main, lapar, mau makan, ke dapur, di sana hanya ada nasi, goreng tahu dan tumis kangkung. Si anak bosan, mengeluh, minta lauk lain. Sang ibu marah, namun si anak tetap ingin dibuatkan lauk lainnya. Sang ibu mengambil sebilah parang, membacok anaknya. Mulai kepala, leher, sampai anaknya meninggal.
Berita ini datang dari Muara Enim, Sumatera Selatan.
Saat ditanya, kenapa begitu marah kepada anaknya. Jawaban si ibu, intinya masalah ekonomi juga. Pendapatan suaminya pas-pasana, hingga dia harus mengantur ketat kebutuhan sehari-hari di rumah. Belum lagi si anak yang baru lulus SD kelas 6 dan minta meneruan sekolah. Makin pusing saja dia memikirkannya. Maka, mendengar rengekan anaknya, titik kulminasi pusing itu mencapai puncak. Dan terjadilah apa yang kini sudah jadi fakta.
Berita ini datang dari Muara Enim, Sumatera Selatan.
Saat ditanya, kenapa begitu marah kepada anaknya. Jawaban si ibu, intinya masalah ekonomi juga. Pendapatan suaminya pas-pasana, hingga dia harus mengantur ketat kebutuhan sehari-hari di rumah. Belum lagi si anak yang baru lulus SD kelas 6 dan minta meneruan sekolah. Makin pusing saja dia memikirkannya. Maka, mendengar rengekan anaknya, titik kulminasi pusing itu mencapai puncak. Dan terjadilah apa yang kini sudah jadi fakta.
Nah, Bu, bagaimana, sekarang sudah lebih tenang kan?
0 Response to "Kangkung Beraroma Darah"
Post a Comment