Saya akan tetap dangan pegangan lama saya, menulis seenaknya, dan terus yakin, cara menulis terbaik adalah menulis dengan seenaknya. Dari cara menulis seenaknyalah akan lahir tulisan yang enak dibaca.
Saya tidak tahu tulisan terbaik orang lain dihasilkan dengan cara apa, tapi yang saya rasakan, tulisan-tulisan saya--yang menurut saya--enak dibaca, saya tulis dengan gaya seenaknya.
Tapi tidak tahu juga, bagaimana menurut orang lain tentang tulisan saya, enak dibaca atau tidak, karena sebenarnya saya tidak cukup punya rasa percaya diri yang besar buat mengakui itu. Namun satu hal yang saya yakini adalah, tulisan siapa saja yang enak dibaca, saya yakin, saat pertama kali menuliskannya, tulisan itu ditulis dengan cara seenaknya, sesuai dengan gelora yang sedang bergolak dalam jiwa orang yang menuliskannya.
Kenapa tulisan yang dihasilkan dengan cara menulis seenaknya itu enak dibaca?
Ya karena si penulisnya sendiri saat menuliskannya dia merasa enak.
Kenapa dia enak?
Karena apa yang dia tulis benar-benar apa yang ada pada dirinya, sesuatu yang menjadi semangat batinnya, gelora jiwa yang berletupan, bergolak, dan memaksa ingin dikeluarkan, seperti kotoran yang mendesak ingin keluar, maka setelah saatnya tiba, maka begitu enak mengeluarkannya.
Dia melahirkan tulisannya sepenuh hati, maka tulisannya pun menyentuh hati. Dia melahirkan tulisan dengan sepenuh nyawa, maka tulisan yang dihasilkannya pun sangat bernyawa, hidup, berenergi, dan energinya akan terasa sampai ke nyawa orang yang membacanya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "Tulisan Terbaik Menurut Saya"
Post a Comment