Curhat Seorang Kacung Untuk Rajanya

Pak, terima kasih sudah baik kepada saya
Pak, saya tidak mengira akan bertemu dengan orang sebaik Bapak
Pak, saya tidak tahu apakah saya bisa menemukan lagi orang sebaik Bapak

Pak, saya sangat bahagia dengan kebersamaan ini
Pak, saya ingin kebersamaan ini seribu tahun lagi
Pak, saya begitu ingin hidup ini abadi

Pak, shubuh ini saya duduk sendirian
Pak, air mata saya berlinangan
Pak, air mata saya bertetesan
Pak, saya teriasak-isak namun tertahan, malu oleh teman, takut kedengaran
Pak, dada saya sesak
Pak, saya rasakan kesedihan yang sangat
Pak, saya rasakan ketakutan yang sangat
Pak, saya rasakan kepedihan yang sangat
Pak, saya rasakan kekhawatiran yang sangat, dan saya rasakan kekhawatiran yang sangat karena adalah nyata setiap kebersamaan dunia akan dibinasakan dengan berpisah, dan saya takut perpisahan itu sudah dekat.

Pak, saya takut detik perpisahan itu sudah dekat
Pak, saya takut detik perpisahan itu sudah dekat
Pak, saya tidak mau jika saat perpisahan itu sudah dekat
Pak, saya tidak mau jika saat perpisahan itu sudah dekat

Related Posts:

0 Response to "Curhat Seorang Kacung Untuk Rajanya"

Post a Comment