Anggaplah ini nasihat tua bangka, yang sedang merasakan ajalnya sudah dekat
Di ranjang kematiannya,
Perhatikanlah
"Tolong sampaikan, kepada para penulis cerdas
Yang siang malam otaknya dia peras sambil digedor-gedorkan ke besi jembatan
Demi mendapatkan inspirasi
Kemudian menulis sambil mengerutkan keningnya
Hingga
Mengkerut-kerut seperti kerupuk peot
Atau menulis puisi hingga paru-parunya push-up dan urat-uratnya putus
Sampaikanlah kepada mereka
Selamat menikmati aktifitasnya, teruskanlah!!!
Dan jangan pernah
Mengikuti cara saya dikarenakan
Cara menulis yang saya kembangkan adalah, aliran sesat dalam kepenulisan
Gaya seenaknya
Sebab menganggap menulis
Adalah aktifitas semudah menghembuskan nafas, berdasarkan pemikiran bahwa, tulisan terbaik itu adalah, tulisan yang datang dari inspirasi sekilas yang datang dengan tiba-tiba, dan harus segera menangkapnya sebelum dia jadi bangkai
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "Dari Ranjang Kematian"
Post a Comment