Bagaimana caranya supaya bisa mengurangi banyak makan?
Pertama-tama yang harus diingat adalah, tiada daya tiada kekuatan selain dengan pertolongan Allah. Jadi buat mengawali pengurangan makan, jika ingin sedikit makan, meminta pertolongan Allah supaya Dia menolong kita mengurangi nafsu makan.
Berikutnya, adalah dengan mengingat TIGA MADARAT banyak makan. Yaitu, banyak makan mengganggu kecerdasan. Banyak makan bikin mual, suasana badan tidak enak. Ketiga, banyak makan merusak ketampanan, bikin wajah dipenuhi jerawat.
Pertama, banyak makan sangat mengganggu kecerdasan. Menulis, berpikir, menghitung, membaca, lebih lancar dalam keadaan lapar. Seperti pagi ini, terasa lincah jari menari di atas tuts keyboard, melahirkan apa saja yang ada dalam pikiran, karena saya belum sarapan. Dalam keadaan lapar saya bisa menulis lancar, bisa membaca lancar, bisa berpikir lancar.
Sebaliknya, dalam keadaan kenyang--pernah waktu itu saat kerja malam, konsentrasi saya buyar, tidak bisa fokus kepada pekerjaan, dan waktu itu saya menyalahkan orang yang ramai di depan saya dan menganggapnya telah mengganggu kerja saya, padahal bukan, segala kegalauan dan rasa terganggunya pikiran ini disebabkan oleh makan kenyang. Setelah sepanjang siang menahan makan, maghrib datang, saya makan sepuasnya. Kerja terhambat, apalagi membaca, dua tiga paragraf suka langsung ngantuk, dan dibawa menulis, pikiran macet, ide jadi seret.
Kedua, banyak makan bikin mual, sakit, tidak enak badan. Maunya tiduran, dan itu tanda-tanda badan tidak sehat. Iya ngantuk itu pertanda badan tidak sehat. Ngantuk itu pertanda badan lelah. Jadi jika saya rasakan ngantuk, lemah, lesu setelah makan banyak, itu pertanda badan saya sakit dan butuh istirahat untuk melakukan pemulihan.
Ketiga, banyak makan merusak ketampanan, banyak makan buat wajah dipenuhi jerawat. Maaf sebelumnya, meskipun yakin Allah telah menciptakan saya dengan bentuk sebaik-baiknya, saya tidak berani mengaku tampan, karena tidak sesuai fakta, jika diukur dengan standar umumya syarat sebuah wajah tampan. Tapi saya cukup nyaman, jika saat bercermin melihat wajah tanpa jerawat, meski masih ada parut-parut bekas jerawat lama. Dan bagi Anda yang berwajah tampan, ketampanan itu akan bertambah manakala bebas dari jajahan kompeni jerawat. Sayangnya komplotan kompeni jerawat itu sangat mudah datang, saat kita kebanyakan makan.
Saya mah yakin sekali, yakin seyakin-yakinnya, yakin dua ribu persen, yakin ainal yakin, yakin haqqul yaqin, banyak jerawat itu akibat banyak makan, terutama makan gorengan. Yakin saya luar biasa karena keyakinan ini datang bukan dari hasil membaca, bukan kata orang, tapi saya sendiri yang mengalaminya. Sewaktu sekolah Madrasah Aliyah saya tinggal di asrama, dan jika pulang di rumah banyak gorengan. Ibu saya jualan keliling kampung, buat biaya sekolah saya. Rasanya enak, apalagi comronya, buatan Ibu saya tiada duanya, empuk dicampur parutan kelapa, dan isinya itu, sambal tempe dengan rasa yang khas.
Bakwannya juga, mendoan tempenya juga, serba enak. Jadi satu kali makan, suka ketagihan mau terus-terusan. Saya pun jadi terus ngambil berulang-ulang. Tak terasa perut sudah kenyang. Kenyang dengan gorengan, tahu-tahu keesokan harinya wajah mulai gatal, memerah, mencenot, bernanah, jadilah jerawat di jidat, di pipi, di pelipis, dekat telinga, di dagu, muka hidung, samping hidung, banyak di mana-mana, jerawat itu, yang kecil, yang besar, yang sedang. Setelah makan gorengan berlebihan, jerawat ramai, semarak, ikut meramaikan kegiatan pengotoran wajah. Saya harus ingat itu, harus selalu ingat, supaya jangan sampai banyak makan.
0 Response to "Tiga Madarat Banyak Makan"
Post a Comment