Buku ini bukan buat Anda. Saya menulis buku buat saya, buat menasihati diri saya. Supaya hidup saya ringan dan bahagia, supaya saya menjadi orang kaya, supaya saya selamat dari kesedihan, kecemasan dan kegundahan.

Supaya saya lebih sibuk bekerja daripada berbangga-bangga. Supaya saya bisa meminimalisir sifat menyebalkan dalam pergaulan. Supaya saya bisa hidup lebih tenang.

Dan supaya saya menjadi orang kaya raya, sebab dengan mengosongkan diri saya akan merasa diri tidak punya apa-apa, yang karenanya saya takkan pelit menginfakkan uang,  yang mana dengannya. seperti pernah saya baca, sedekah akan membuat kekayaan kita berlipat ganda. 

SEBETULNYA, BUAT APA SAYA CEMAS!

Sebetulnya, buat apa saya cemas? Apa yang harus saya cemaskan? Saya tidak punya apa-apa. 

KEHORMATAN BUKAN PUNYA SAYA

Kehormatan bukan punya saya, jadi kenapa orang harus menghormati saya. Orang tidak menghormati saya, mengatakan kata-kata kasar kepada saya, bersikap tidak hormat kepada saya, biarkan saja. Kenapa saya harus mendapatkan penghormatan. Apa alasannya sampai orang harus menghormati saya. Kehormatan bukan punya saya. Kehormatan punya Allah.

Sebagai pekerja di penjualan online, seringkali melewatkan pesanan orang. Pemesan sudah transfer uang, sampai berhari-hari barang belum saya kirimkan. Saat misalnya dua minggu kemudian orang bertanya lagi lewat facebook, saya menjawab, baru akan dikirim sekarang. Tentu saja dia kecewa, dan menumpahkan kekecewaannya. "Kenapa, padahal sudah saya transfer! Tolong yang profesional!" 

Ada juga yang pesan buku, dan karena uang buat transfer dia minta dari ibunya, dan ternyata setelah transfer barang tak juga datang, ibunya memarahinya, dan sebagai imbasnya, anak itu pun marah kepada saya. 

Saya suka terpancing ingin marah juga, ingin balik mengucapkan kata-kata tidak pantas padanya, atau ya sekedar kembali menyalahkannya. Tapi saya tahan, sebab jika kata tidak pantas itu saya biarkan terlontar, maka bukan baik akibatnya, sebaliknya, dia akan kembali menyerang saya, dan jika itu terjadi, pasti efek serangannya membuat marah saya semakin besar, akan semakin banyak kalimat kurang pantas terlontar, 

Saya juga harus melayani pesanan lain yang datang. Jika saya malah berdebat dengan satu orang, saya akan terus memikirkan kata-kata buat mematahkan kata-kata lawan, waktu habis terbuang, dan pemesan lain terabaikan.

Kerugian lainnya, otak jadi panas, darah naik, amarah makin memuncak, saya menjadi tegang, dan saat itulah berbagai hormon berbahaya dalam tubuh akan keluar. Seperti hormon kortisol dan adrenalin yang katanya, sangat merusak tubuh dan kesehatan.

Related Posts:

0 Response to " "

Post a Comment