Membuat Paradoks dalam Cerita

Salah satu cara membuat cerita menarik adalah, membuat suasana paradoks, misalnya seorang yang marah-marah, dengan seorang yang lemah-lembut. Satu orang berbicara kasar, satu orang lain berbicara lemah-lembut.

Atau menceritakan seorang yang bicara kasar, teriak-teriak, namun keterangan di luar tanda kutipnya menunjukkan suasana keramahan, kelembutan, kebaikan, keindahan......

Saya mendapatkan inspirasi ini setelah melihat cerita wayang golek berjudul "Budak Buncir" saar Arjuna marah-marah kepada Gatotkaca, karena tidak mau dinikahkan, Semar datang ke hadapannya sampai menunduk memohon dengan kelembutan dan segala logika dan perasaan supaya Arjuna mengurungkan niatnya. Adegan itu sangat menyentuh....sementara Arjuna terus berbicara kasar, Semar berbicara lembut.

Saya juga terinspirasi dari adegan di film The Godfather II, saat Michael Corleone teriak-teriak, mata melotot, badan terhuyung ke belajang, sambil memegang dadanya yang sakit, mungkin serangan jantung, musik yang menjadi latar belakangnya lembut dan syahdu, memperlihatkan teriakannya hanya kemarahan sia-sia, sebab ternyata dirinya sudah lemah...

Paradoks itu indah, paradoks itu gaya, paradoks itu daya tarik...

Related Posts:

0 Response to "Membuat Paradoks dalam Cerita"

Post a Comment