Mengatasi Godaan Makan

Diet terasa menyenangkan. Dengan mengurangi makan, badan terasa lebih bugar. Dengan mengurangi makan, wajah tak terlalu dirongrong jerawat. Ah, saya kira yang wajahnya mulus itu bukan penggemar makan. Setidaknya, makan dia tidak rakus seperti saya.

Dan, ini rencana saya mengatasi godaan makan.

Baru rencana.

Ingat, di sekeliling saya banyak sekali bacaan, tenggelamkan saja diri ke dalam bacaan, dan lupakan makan.

Suka menulis bukan? Nah menulislah, dan setiap kali ingat makan, tendang dengan menyadarkan diri bahwa makan, hanya mengganggu kelancaran menulis saja.

Ah bukannya kamu sedang banyak tugas. Selesaikan tugas dari atasan, yang menyuruh saya menyusun twitternya menjadi dulu. Laksanakan tugas itu dengan penuh cinta dan kesungguhan. Dengan menjalankan tugas itu, kamu membangun kepercayaan. Bahkan, ini bisa jadi barometer sekaligus perekat, apakah saya bisa menunjukkan, tinggal di sini ini benar-benar berguna atau tidak. Jika tidak memberi nilai lebih dengan menjalankan tugas secara cepat, artinya kehadiran saya hanya membebani perusahaan saja. Jalankan tugas dengan baik, dan lupakan makan!

Kenapa terus memikirkan makan. Kita ini manusia bukan binatang. Manusia hidup untuk makan, binatang makan untuk hidup.

Orang yang hidup hanya memikirkan apa yang masuk ke dalam perutnya, kualitasnya tidak jauh berbeda dengan apa yang keluar dari perutnya.

Orang yang di dunianya banyak makan nanti di akhirat gusinya akan membengkak sampai sebesar gunung uhud.

Ingatlah kata-kata mutiara tentang banyak makan, betapa jeleknya.

Dan ingatlah, tubuh kita hanya memerlukan makanan sedikit saja. Dalam salah satu acara yang dibawakannya, Deddy Corbuzier, mengatakan jika dalam sehari, kita hanya membutuhkan 2000 kalori, dan itu sudah cukup dipenuhi sepotong donat dua ribu rupia.

Related Posts:

0 Response to "Mengatasi Godaan Makan"

Post a Comment