Katanya

Aku,
Tidak melihat jalan hidupku, kecuali belitan akar,
Yang mencekik mati seekor srigala,
Sementara malam
Yang sunyi, kulalui selalu dengan hati hampa, bersama bayangan seekor semut pada ujung perahu nelayan, yang telah berlayar sejak tadi malam,

Entah bagaimana nasib dia berikutnya.

Aku tersesat mencari ujung dunia, terus berjalan ke barat tak pernah ketemu ujung, kembali ke timur tak bisa jumpai akhir.

Lelah,
Kini berdiri lunglai, di atas bongkahan batu karang,
Menangkap imajinasi kabur, berantakan, tak tentu arah, tak tentu bentuk, tak tentu ukuran, tak tentu warna, bercampur aduk antara sesuatu dengan yang bukan lawannya, berjodoh dengan sesuatu yang bukan pasangannya, berusaha mengerti tapi tak tergapai, berusaha memanjat tak pernah temukan puncak,

Teman, jika Anda tak pernah mengerti,
Maka demikianlah juga saya.
Tapi siapapun damai dengan serba ketidakmengertian
Katanya, orang itulah yang bisa bahagia

Related Posts:

0 Response to "Katanya"

Post a Comment