"Aku sedang qasidahan di acara KKN anak UNPAD." SMS istriku.
Di kampung saya, jauh ratusan kilometer di pegunungan sana, sedang kedatangan mahasiswa KKN. Mungkin malam ini perpisahan, mereka mengadakan acara, dan istri saya, ikut memeriahkan dengan naik ke panggung, kasidahan.
Mendapat berita itu, saya malah teringat anak saya yang masih kecil. Kalau ibunya kasidahan, terus anak saya sama siapa?
"Bersama emak di warung, sudah tidur," jawabnya.
"Oh."
"Saya tadi nyanyi lagu Wahdana." Kebayang, suaranya melengking memecah alam pegunungan, WAHDANA DAN DANAAAAA... HAYYAAAAHHHH...
"Bagaimana kata orang-orang?"
"Duh, terus aja manggil-manggil nama suaminya. Begitu kata orang-orang"
Begitulah istri saya, beda dengan saya yang kurang pergaulan, dia aktif mengikuti kegiatan kampung. Acara voliball Agustusan suka ikutan, di pengajian suka puji-pujian, kemarin adiknya menikah dia nyanyi juga kasidahan, kemarin lagi acara lomba Agustusan ikutan juga lomba kasidahan. Ada-ada saja. Saya tidak tahu, harus bangga atau sedih punya istri seperti ini.
"Bagaimana menang?"
"Alhamdulillah juara ke-2."
"Apa hadiahnya?"
"Uang. A, suka tidur jam berapa?"
"Kadang jam 11, kadang tidak tidur sampai pagi."
"Cepetan tidur atuh, biar yang lain gantikan kerjamu. Aku juga mau tidur."
"Memang sekarang sudah di rumah?"
"Sudah. Seberes nyanyi, saya langsung pulang. Orang-orang masih di sana. A segera tidur ya!"
"Ya."
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "WAHDANA DAN DANA........"
Post a Comment