Tips Sehat: Makan Sehari Sekali

Sebenarnya gemuk itu daya tarik. Setidaknya, itu menandakan kesuburmakmuran. Kemakmuran pria, kesuburan wanita. Ketika diperlihatkan kepada sekelompok pria, tiga orang wanita, pertama gemuk, kedua ideal yang ketiga kurus. Sebagian besar pria menyukai wanita gemuk. Kenapa? gemuk menandakan kesuburan, dan sebagai penanam benih, pria ingin menanam benih pada lahan subur. 

Meskipun begitu, sebagian orang merasa tak nyaman. Jika Anda diantranya, saya punya trikn mudah, jangan banyak makan. Kebiasaan makan tiga kali sehari pangkas. Cukup sekali saja, makan malam, dan setelah itu, segala kebudayaan ngemil tinggalkan. Saya membudayakan diri hanya makan malam, setelah itu stop, jangan ada lagi asupan makanan dan minuman, kecuali air, sampai pagi, sampai siang, sampai sore, dan baru makan lagi Maghrib. Tidak perlu banyak. Usahakan lebih banyak sayur dan buah. Sedikit makan nasi tak masalah. 

Tidak perlu sampai kenyang. Kekuatan bukan berasal dari kenyang. Kita kuat karena kalori yang terbakar. Kuat bergerak, daya angkat, bisa bicara, berpikir, kerja, bukan dari kenyang makan, sumber tenaga kita adalah dari kalori yang dibakar. Jadi ceritanya, setelah makanan masuk ke pencernaan, diserap pembuluh darah sebagai kalori, masuk ke dalam sel tubuh dan dibakar, dari situ menjadi tenaga. 

Pembakaran akan terbantu lebih lancar ketika seseorang berolahraga dan berpuasa. Puasa yang dimaksud adalah tidak memberikan asupan makan. Kuat bukan berasal dari kenyang, karenanya makan sedikit tidak sampai kenyang takk masalah, takkan buat kita jadi lemah.

Justru kekenyangan yang bisa buat kita lemah. Setelah makan kenyang, efek buruknya langsung terasa. Anda ngantuk berat. Itu karena, pencernaan Anda harus kerja ekstra. Dia memerlukan banyak energi, maka energi badan difokuskan ke sana, ke usus, ke lambung. Sedang tubuh bagian luar harus mengalah, kekurangan tenaga. Itulah kenapa, setelah makan kengang dan perut penuh, tangan lesu, kaki lemas, mata ngantuk. Apalagi otak, susah dibawa kerja.

Bukan banyak, terpenting gizinya layak. Makanan terbaik adalah sayur dan buah. Tahu, tempe, dan berbagai produk kedelai bisa jadi sumber protein bagi Anda. Saya sendiri suka putih telur. Daging ayam sungkan, kecuali yang saya yakin benar penyembelihannya. Daging sapi begitu juga. Jika ingin daging, lebih baik udang atau ikan. Di pasar banyak.

Balik ke benang merah, untuk menurunkan berat badan, cukup makan sehari sekali. Ini cara termudah. Tak bahaya kok, insya Allah aman. Ini tradisi nenek moyang kita. Rata-rata badan mereka kuat karena budaya mereka yang sehat. Mereka rata-rata, makan sehari sekali saja. Itu terjadi karena dulu berbeda dengan sekarang. Sekarang makanan sudah disediakan, sedangkan dulu tidak. 

Untuk mendapatkan makanan, orang jaman dulu harus berburu, dari hutan ke hutan, dari padang ke padang, dari lembah ke lembah. Pagi sampai siang berburu, memasak, baru sore bisa makan. Jadi setidaknya, mereka makan sehari sekali. 

Para ulama pun juga melakukannya. Mereka punya karya besar, kitab berjilid-jilid yang terus dibaca hingga sekarang, karena pikiran mereka cerdas. Dan kenapa pikiran mereka cerdas, adalah karena mereka bukan jago makan. Mereka makan sedikit, maka otaknya cerah, berpikir lebih baik, mudah menyerap pengetahuan, dan membagikannya dengan tulisan.

Ulama penulis yang karyanya dibaca luas adalah Ibnu Jarir. Nama bekennya Ibnu Jarir At-Thabari. Beliau Mengarang berjilid-jilid kitab tebal, antara lain Tafsir At-Thabari. Budaya makannya tidak banyak. Beliau makan sehari sekali saja. Yaitu siang. Sisa waktu lainnya dia gunakan buat ibadah, mengajar dan memperdalam pengetahuannya. Begitu juga Imam Al-Ghazali, entah berapa dia ukuran makannya, yang jelas dia menyusun kitab monumental--Ihya Ulumuddin--selama pertapaannya di menara Mesjidil Aqsa. 

Jadi ketika Anda putuskan makan sehari sekali saja, sebenarnya Anda dalam transformasi diri menuju budaya hebat, menjadi seperti tradisi para ulama. 

Nafsu makan, bukanlah teman yang layak dimanja. Semakin dimanja, semakin dia minta banyak. Kalau tidak percaya, rasakan setelah sarapan, justru perut cepat lapar. Jangan dimanja, tapi dikendalikan. Dan ketika Anda sukses mengendalikannya, maka kebugaran, kecerdasan, dan kesehatan menjadi milik Anda. Insya Allah. Kegemukan? Ah, buktikan saja.

Related Posts:

0 Response to "Tips Sehat: Makan Sehari Sekali"

Post a Comment