Tidak segala hal bisa saya ceritakan pada istri saya, tapi program makan sehari sekali ini saya ceritakan, lewat telfon,
"Sekarang saya makan sekali sehari."
"Hah! Apa-apaan, nanti kamu pulang tinggal tulang!"
"Saya berusaha makan bergizi. Kemarin pun membeli ikan salmon."
"Mewah!"
"Murah kok, hanya sepuluh ribu rupiah, dapat dua, dipotong jadi enam, saya masak, gosong ditinggal facebookan."
Apa tujuan saya memberitahukan ini padanya. Sekedar curhat saja, sekalian mengajarkan, makan sehari sekali efeknya lebih sehat, lebih terasa segar. Ingin saya sampaikan, bahwa buat sehat pertama-tama kita harus peduli makanan. Jangan sembarangan dimakan.
Itulah yang saya ingin tanamkan pada anak. Peduli makanan, tidak asal makan, tidak sembarang makanan. Tapi sekarang dia mulai masuk sekolah. Pasti banyak jajan di sana. Makanannya tak lagi terjaga. Barusan, saya tanyakan kepada ibunya, dia jajan apa saja. Ibunya katakan, "Sosis." Itu daging buatan. Penuh bahan kimia. Padahal, saya ingin dia hanya makan makanan alami.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "Nanti Kamu Pulang Tinggal Tulang"
Post a Comment