Supaya bahagia Anda harus menjadi orang yang taat. Siapa yang harus ditaati?
Dasarnya Al-Qur'an
Prioritas utama adalah Allah
Kemudian Rasul-Nya, kemudian Ulil Amri Minkum
Siapa Ulil Amri Minkum
Biasanya orang mengartikannya dengan pemimpin
Merujuk asal katanya, ulil berarti yang mempunyai, amri artinya urusan, minkum artinya dari kamu.
Jika diartikan secara bebas berarti yang memegang urusan kamu. Yang menjadi pemegang urusan kita. Kalau di kampung berarti kepala kampung, kalau di perusahaan berarti pemimpin perusahaan.
Jika kerja dalam sebuah perusahaan, maka prioritas terpenting adalah, taat kepada pemimpin perusahaan.
Saya ada kepentingan, pemimpin perusahaan ada kepentingan. Jika kedua kepentingan ini bentrok, siapa yang harus didahulukan?
Kepentingan pemimpin perusahaan.
Ini bukan berarti kita harus menyanjung-nyanjung atasan, menjadi atasan seolah segala-galanya!
Ini urusan perintah Allah, dan apa yang diperintahkan Allah dalam A-Qur'an itu jalan kebahagiaan.
Seperti saya sekarang, di sini, di tempat kerja saya. Saya punya kepentingan. yaitu menyusun tulisan, menyusun buku saya sendiri. Atasan saya juga punya kepentingan, menyusun tulisan dari twitternya. Mana yang harus saya pentingkan?
Jika ingin bahagia, saya harus mementingkan kepentingan atasan saya.
Nyaris dua bulan perintah itu dibebankan kepada saya, tapi belum saya selesaikan barang satu lembar pun. Dari hari ke hari rasanya gelisah, takut ditanya, mana hasilnya?
Dan ketika saya tidak bisa memperlihatkan kerja tidak memuaskan, pasti omelan akan datang kepada saya, maka saya tidak bahagia. Sebaliknya, jika tugasnya saya laksanakan, dengan fokus, dengan tekun, dengan cepat, hingga tugas itu selesai dalam waktu singkat, kemudian saya menyerahkan hasil kerja memuaskan, maka ketika dia puas dengan hasil pekerjaan saya, saya pun akan puas dengan kepuasannya, ketika dia mengembangkan senyuman, senyuman saya pun pasti akan mengembang, saya akan tetap tenteram kerja di sini, keuangan perbulan akan tetap lancar, dan tetap bisa menghidupi keluarga. Intinya, ketika saya taat kepada atasan, saya akan bahagia.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "Supaya Bahagia Harus Taat Pada Atasan"
Post a Comment