ANTARA WIRO TORAJA DAN WIRO SABLENG

Dari seorang petani desa karir Wiro melesat ke kota menjadi owner Toko Online Asma Nadia. Lalu diam-diam, dia menyusun rencana menjadi seorang bintang. Sukses memang, beberapa kali wajahnya menjadi sorotan kamera, kamera hapenya sendiri. Berulang kali pula, wajahnya sukses tampil di layar kaca, yaitu layar kaca lap topnya sendiri.

Lain Wiro Toraja, lain pula Wiro Sableng yang diperankan oleh Ken Sukendro atau lebih dikenal dengan panggilan Ken Ken. Jika Wiro Toraja dari seorang petani menanjak jadi seorang bintang tenar--di facebook--Ken Wiro Sableng sebalinya, dari bintang tenar jadi seorang tukang macul. Sang Wiro Sableng kini berprofesi jadi petani.

Sinetron ini sempat populer tahun sembilan puluhan. Dengan setting apik, dan penokohan maksimal, laga lokal ini dengan cepat merebut hati pemirsa. Wajah Ken sebagai Wiro Sableng menjadi sangat familiar. Disukai semua usia. Orang tua sampai anak-anak. Jika minggu datang, acaranya ditunggu sejak pagi.

Setelah beberapa episode, kami dibuat kecewa. Tiba-tiba Ken sang pemeran utama menghilang. Diganti pemeran lain yang, kami rasa kurang pas. Kami tak rela. Kami sama berkomentar, pemeran baru kurang segar. Wajah Ken Ken sudah sangat lekat. Gerakan jurus, aksi kocak, kekar badannya, kami rasa sangat pas. Tak tergantikan.

Ke mana Si Ken ini perginya? Kenapa sutradara mengganti dia? Tega sekali!

Sekian belas tahun tidak tahu kabar beritanya. Kurang baca berita. Baru tahu hari ini, membaca sebuah blog, ternyata Sang Pendekar 212 kini telah berubah. Dari seorang bintang terkenal menjadi seorang tukang macul. Ken kini adalah seorang petani. Aura seorang artis sudah lama pudar, terganti wajah khas bapak-bapak. Rumah megah, mobil mewah, dan karirnya sebagai bintang terkenal lama dia tinggalkan.

Apa yang terjadi sampai semuanya berubah?

Diwawancarai di balai-balai rumahnya, Ken buka rahasia. Jadi ceritanya, setelah sukses dengan perannya sebagai Wiro Sableng, hidup Ken berlimpahan uang. Kekayaan melimpah diraupnya. Dia beli rumah megah dan mobil mewah. Sebagai orang kota, dia pun tak lepas dari gemerlap malam. Sering main ke kafe-kafe dan bar.

Saat di bar inilah, Ken luluh dengan tawaran temannya mencoba narkoba. Tak dinyana setelah itu ketagihan. Mahalnya obat-obatan membuat keuangan Ken boros. Dan saat kecanduannya ketahuan, produser tak mau lagi memakainya. Itulah awal karirnya meredut. Namun diungkapkannya, dengan kehidupan bertani seperti sekarang, dia merasa lebih tenteram.

Related Posts:

0 Response to "ANTARA WIRO TORAJA DAN WIRO SABLENG"

Post a Comment