Ingin punya buku, tapi malas menulis buku?
Menulislah seenaknya. Tuliskan apa saja yang ada dalam kepala Anda, dengan cara Anda, dan tidak perlu terikat aturan, dan biarkan apa saja mengalir dari sana tanpa mempedulikan tata bahasa, pokoknya enak, enak dikeluarkan, enak dituliskan, dan saat Anda membaca ulang tulisan Anda, otak Anda enak mencernanya. Terus dan teruslah menulis yang banyak, hingga setelah berlembar-lembar, berikanlah kepada penerbit, atau Anda terbitkan sendiri jadi buku...maka dengan mudah Anda telah membuat buku.
Saya kira itu buku bagus dari buku manapun, orisinal, asli, tidak dibuat-buat karena keluar dari jiwa dan gelora nafsu Anda yang tentunya mempunyai keunikan.
Ingin menulis buku? Pakai saja cara Anda, dan lupakan segala trik cerewet, jika itu hanya menghambat kreatifvitas Anda.
Saya sendiri mempunyai cara, dan untuk sekarang, cara yang ingin saya jalankan adalah, PENYATUAN.
Saya ingin ada penyatuan, pengumpulan, dan tidak ingin terpecah-pecah. Saya sedang kerja di penerbitan, maka seharusnya, tulisan-tulisan saya ini memperkenalkan buku-buku yang ada di sini, di penerbitan ini. Jika saya ingin menambah pengetahuan, maka cukuplah dengan buku-buku yang ada di sini. Menelaahnya, mendalaminya, sehingga kemudian, ketika saya bersocial media, saya bisa ngobrol dengan orang lain, sambil mengutip dan memperkenalkan buku ini.
Bagaimana caranya?
Pertama dengan cara menikmati setiap buku, membacanya dengan tekun, menikmatinya, larut ke dalam ceritanya, merasakan ketegangan, merasakan kesedihan, dan kadang tertawa, supaya apa yang saya baca meresap, dan ketika melakukan percakapan saya bisa mengulangnya kembali.
Tulisan-tulisan hasil percakapan itu, bisa saya kumpulkan, kemudian menjadi esai
Ah iya ah, mau ah....
Bagaimana saya memulainya?
Memulainya adalah dengan cara membaca postingan di Komunitas Bisa Menulis, berusaha mengerti isinya dan mengapresiasinya dan menghargainya, kemudian melakukan pendalaman dan pembahasan, dan mennyambungkannya dengan salah satu buku yang ada di penerbitan tempat saya kerja.
Kemudian, hasil komentar itu akan saya kumpulkan ke program pengolah kata alias microsoft word, dan mengeditnya menjadi ESAI.....
Yes, saya ingin menjadi penulis esai. Esai dari berbagai buku sastra, buku non sastra, buku apa saja, nanti, jika aku menjadi profesional dan telah banyak menulis esai, dan kemudian esai itu dibukukan, saya bayangkan insya Allah, nanti akan banyak sekali orang membutuhkan jasa saya.
Sebab saat ini saya perhatikan banyak sekali orang yang berusaha menjadi penulis, dan beberapa telah menghasilkan karya. Tentunya, saat mereka lihat saya memberikan review dengan cara profesiona, mereka akan tertarik meminta saya mereview karyanya juga. Mungkin pada awalnya, saya akan diminta secara gratis, ya tidak mengapa, dengan senang hati saya akan melakukannya, namun ke sananya, tentunya akan ada orang meminta saya dengan mendesak sambil memberikan bayaran, nah saat sudah begini, saya tinggal mengucapkan selamat tinggal kepada yang mempekerjakan saya dengan gratis, dan beralih kepada orang yang mempekerjakan saya dengan bayaran.
Hidup ini harus pake akal. Dan akal yang dipakai itu harus akal sehat. Jangan akal bodoh.
0 Response to "Trik Pemalas Menulis Buku"
Post a Comment