Sudah berapa tahun Anda makan beras? Maksud saya, sudah berapa tahun Anda makan nasi?
Sudah lama bukan?
Tapi seberapa pengetahuan Anda tentang nasi yang selalu Anda makan? Saya sendiri ternyata masih kurang.
Tadi waktu belanja, saya melihat beras dengan warna bagus, bersih, cling, dan yakin harganya mahal. Penasaran harganya berapa, saya tanya, tukang warung malah menjawab,
"Itu beras buat nasi goreng."
Sudah lama bukan?
Tapi seberapa pengetahuan Anda tentang nasi yang selalu Anda makan? Saya sendiri ternyata masih kurang.
Tadi waktu belanja, saya melihat beras dengan warna bagus, bersih, cling, dan yakin harganya mahal. Penasaran harganya berapa, saya tanya, tukang warung malah menjawab,
"Itu beras buat nasi goreng."
Ternyata ada beras khusus buat nasi goreng
"Oh jadi bisa digoreng langsung?" tanya saya katro.
"Oh jadi bisa digoreng langsung?" tanya saya katro.
"Bukan, ini lebih keras."
"Keras bagaimana?" tanya saya bersama senyuman, supaya dia dengan senang hati memberi tahu.
"Kalau digoreng lebih encer...."
"Keras bagaimana?" tanya saya bersama senyuman, supaya dia dengan senang hati memberi tahu.
"Kalau digoreng lebih encer...."
Eh maaf pembaca, saya lupa tadi tukang warung bukan nyebut "encer", nyebut apa ya, saya lupa lagi. Pokoknya gitu deh, beras ini jika digoreng tidak lengket seperti beras biasa.
Ternyata saya ketinggalan jaman.
Anda pasti sudah lama tahu. Saya cari infonya, ternyata para petani sudah lama mengembangkan beras jenis ini. Sudah sejak tahun 2003.
12 tahun lebih.
Kenapa saya baru tahu sekarang ya?
Yang pertama kali mengembangkan adalah petani Mlatiharjo Kabupaten Demak. Hebat benar petani di sana. Bahkan selain beras khusus buat nasi goreng, mereka pun mengembangkan beras khusus untuk restaurant jepang. Sebaliknya dari beras buat nasi goreng, beras buat restaurant Jepang lebih lengket seperti ketan. Oh ya kan untuk membuat Susi Similikiti, hehe.
Anda pasti sudah lama tahu. Saya cari infonya, ternyata para petani sudah lama mengembangkan beras jenis ini. Sudah sejak tahun 2003.
12 tahun lebih.
Kenapa saya baru tahu sekarang ya?
Yang pertama kali mengembangkan adalah petani Mlatiharjo Kabupaten Demak. Hebat benar petani di sana. Bahkan selain beras khusus buat nasi goreng, mereka pun mengembangkan beras khusus untuk restaurant jepang. Sebaliknya dari beras buat nasi goreng, beras buat restaurant Jepang lebih lengket seperti ketan. Oh ya kan untuk membuat Susi Similikiti, hehe.
Luar biasa mereka, tekun sekali. Baru-baru ini mereka pun sukses mengembangkan beras berwangi pandan, dan ke depannya, ada rencana mengembangkan beras wangi melati, dan mungkin ke depannya lagi, akan mengembangkan beras wangi kesturi, casablanca, spalding, atau Axe...
Wah, hebat mereka!
0 Response to "Ternyata Ada Beras Khusus Nasi Goreng"
Post a Comment