Dihabisi Guru Matematika

"Ini uangnya, ambillah, itu uang halal, aku tidak berniat melakukan apapun."
"Lalu tujuanmu?"
"Aku datang cuma mau minta kamu tobat!"
"Gue tidak butuh ustadz."
"Aku juga bukan ustadz"
"Sudahlah tidak usah munafik! Lo udah cape cari duit, mendingan tu duit lo pake bersenang-senang! Gak usah sok sok alim begitu! Lo pikir gue bakal tersentuh apa? " ucapnya sambil mendekat, mengambil tanganku dan menempelkan ke dadanya.

Tidak saya tarik, saya biarkan, dan perasaan ini susah terhindarkan, terus terang, dalam urat-urat ini, mengalir deras getaran, getaran nafsu, getaran syetan, getaran purba yang telah mengajak semua binatang menyalurkan hasratnya tanpa kaidah agama. Wajahnya yang secantik boneka, memang jauh panggang dari api, jauh sekali dari ibu keempat anakku, yang usianya dua puluh tahun di atasku, yang kini punggungnya mulai membungkuk.

"Tobat buat apa? Umurku masih muda...." kini dia merangkul, kubiarkan, kepala dia sandarkan ke bahu, wangi rambutnya tercium.

"Oh masih lama ya?

"Itu perhitungan gue,."

"Perhitunganmu bisa salah!" kuurai pelukannya,"Permisi!" kutinggalkan.

Seminggu kemudian, ternyata perhitungannya melenceng, guru matematika menghabisinya hingga nol.





Related Posts:

0 Response to "Dihabisi Guru Matematika"

Post a Comment