Ujian Prinsip "Persetan"!!

Sudah saya tetapkan pada diri sendiri, untuk hidup dengan prinsip "Persetan!"
Persetan orang lain ngomong apa
Persetan orang lain menganggap saya apa
Saya mau sehat,
Biar pakaian tidak pantas: kaos, trening dan sandal jepit
Biar orang melihat norak
"Persetan!"
Saya tak peduli apa kata orang
Akan tetap lari
Dan terus lari hingga keringat berlelehan
Efek bagusnya jelas, setelah keringat keluar, badan terasa segar
Kerja lebih semangat, otak sedikit cerah
Dibawa menulis, inspirasi bergelontoran, dan jari dengan lincahnya, menari di atas keyboar mengikuti irama kata

Akan tetapi, ada saatnya prinsip "Persetan" ini harus diuji. 
Ternyata
Saya tidak bisa persetan dengan anjing.


Inilah cerita lengkapnya:

Masih pagi saya lari meninggalkan kantor--tempat di mana saya biasa menginap
Menyusuri jalanan gang,
Menyeberangi sungai kecil, masuk keramaian pasar.
Menyeberangi rel, belok, masuk jalan bagus, hotmik, rata, dan tidak becek, sangat menyenangkan. Panjang jalan itu saya susuri
Dan terus saya susuri, belok kanan, belok kanan lagi, dan waduh, kenapa malah balik lagi?

Pasrah,
Kembali ke jalan kereta,
Saya temukan jalan lain, terus hingga bawah jalan layang, masuk pasar kaget.
Berdesakan di sana para pedagang berbagai makanan,
Gorengan, sayur dan pisang.
Dari sana
Masuk jalan stasiun, dan saya jadi bingung.
Ternyata stasiun, tidak menyediakan jalan tembus dari barat ke timur
Maka, saya kehilangan celah buat kembali ke jalan kota.
Tembok menjaga ketat,
"Persetan!"
Lari saya teruskan,

Tampak benteng panjang membentang, jauh dan dan semakin jauh
"Persetan!"
Justru ini keuntungan
Semakin jauh tersesat semakin saya sehat,Lari makin semangat, dan setelah jauh, akhirnya menemukan lubang
Lobang pada benteng, bekas dijebol orang,
Salah dia sendiri
Habisnya menghalangi jalan
Maka, bagai tikus yang sedang lari ketakutan,
Menemukan lubang, saya langsung masuk, menyeberangi rel kereta, kemudian masuk gang, berharap bisa kembali ke Jalan kota, yang dari sana saya bisa belok kembali ke penginapan
Namun buntu,
Terpaksa mundur lagi, cari gang lain lagi, ada lagi, masuk lagi, menemukan benteng lagi, untungnya benteng itu berpintu, dan pintunya terbuka, maka saya bisa masuk, namun terbaca lagi pada daun pintunya: JALAN BUNTU

Penasaran,
Saya longokkan kepala ke dalam,
Benar saja tak ada lagi jalan, sekeliling benteng itu tertutup
Saya tidak melihat pintu lagi,
Dan ya ampun, di sana ada anjing
Segera mundur, tapi melihat saya, anjing itu menyalak
"Auuuu...Auuuuu" pasti dia curiga
Melihat gelagat saya seperti gelagat maling, ketakutan

Nah, di sinilah
Prinsip "Persetan" ini mendapatkan ujian
Ternyata, saya tidak "Persetan" dengan anjing

Saya bisa persetan dengan apa saja tanggapan orang
Akan tetap lari apapun komentar mereka
Tapi sama anjing,
Saya tidak bisa "Persetan."
Jika saya lari, dia pasti mengejar, dan pasti terkejar
Lalu saya digigit anjing
Duh tragedi macam apa jika ini harus saya jalani?
Terpaksa bejalan biasa, berhenti, kemudian menoleh, menatapnya
Anjing itu mendekat
Tapi, melihat saya berani--lebih tepatnya memberani-beranikan diri--anjing itu minder dan mundur, dan pergi..

Related Posts:

0 Response to "Ujian Prinsip "Persetan"!!"

Post a Comment