Beras Plastik

Bakda maghrib ke Pasar, masuk warung kelontongan, "Assalamualaikum"

"Waalaikum salam"

"Mas, beli beras asli!"

"Ok, ya ini juga asli, bukan plastik"

Haha, rupanya si Mas tukang warung ini juga tahu, beredar isu beras plastik.

"Berapa seliternya?"

"Delapan ribu, ada yang sembilan ribu."

"Yang delapan ribu aja deh Mas. Gak papa murah juga, yang penting asli."

"Ya iyalah, bukan plastik."

Saya beli dua belas kilo. Bayar, pulag, di jalan, ingat, ini uang perusahaan. Harus pake nota.

Kembali lagi ke toko, "Mas tolong pake nota!"

"Oh ya!

Dia pun membuat nota. Sepanjang menulis, saya perhatikan tangannya. Setelah menulis angka, dia hendak menulis nama barang, langsung saya serobot:"Oh ya Mas, tulis aja di sana, beras asli!"

"Enggak Ah"

Haha, dan dia hanya menulis beras.

Kembali ke toko, ada Mbak Dewi dan Mas Lili, penjaga toko ofline.

"Hai, saya baru beli beras asli."

Semua tertawa, karena tahu, sedang beredar isu beras plastik.

"Gimana sih cara membuktikan plastik apa bukannya?" tanya saya pada.

"Dibakar aja! Kalau meleleh berarti itu plastik."

"Oh ya Ok, nanti saya coba!"

"Ini ada koreknya!"

"Ah gak usah!"

Beras itu saya panggul ke lantai atas.  Karena penasaran, saya panaskan panci di atas kompor listrik. Panci itu berasap saking panasnya. Kemudian,saya ceduk beras yang barusan saya beli itu, dan membawanya ke panci panas.

"Tidak! Jangan! Tidak usah! Aku asli beras!"

"Aku ingin bukti."

"Jangan, tidak perlu. Aku beras. Aku asli beras!" teriaknya keras.

Tapi saya  masukkan juga. Saat beras itu jatuh dari sendok ke panci....


"Tidaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkk!!!!!!!!!!!!!!!!!"

Saya perhatikan, benar saja tidak meleleh, tapi, mula-mula memutih,

"Aaaahhh...panaaasssssssssssss!"

Kemudian menghitam.

"Ampunn!!!! Panaassssssssssss!!!"

Hangus.

"Aaaaaaaaaaaaaaaahhhhh......"

Kasihan sudah hangus, saya angkat.

"Bagus, berarti kamu benar-benar beras."

"Haaaaaaaaaaaaahhhhhhh!!!"

Saya buang ke tempat sampah.

"Arrrghhhhh! Biadab! Tidak berprikemanusiaan. Bayangkan sodara-sodara! Setelah semua pengorbanan merasakan panas sampai hangus, kita dibuang ke tempat sampah!"

Related Posts:

0 Response to "Beras Plastik"

Post a Comment