Katro Stadium 4, Akibat Malas Membaca

Katro, alias norak, alis udik, alias kampungan, alias blo-on, sebagian sebabnya karena malas membaca. 

Bukan orang lain, ini terjadi pada saya.

Katro stadium 4, kira-kira, itulah sebutan yang pantas buat saya. Berhari-hari cairan detol itu tersedia di kamar mandi, masih saja saya gunakan sabun yang tinggal sebesar lidah kucing. Susah payah sabun itu saya gosok-gosokkan dengan kedua tangan, demi mendapatkan busanya, kemudian, entah daya bersihnya masih ada atau tidak, sabun itu saya gosokkan ke badan. Habis mandi, beres. Punya nama baik: Sudah Mandi.

Iya, sudah mandi itu nama baik. Sebab jika sebaliknya, belum mandi, itu aib. 

"Mandi dulu Wir!!" 

Atau pernah, waktu Emak duduk dekat saya, dan saya mengeluh kepadanya mengedit rasanya lelah dan ngantuk luar biasa, dia sarankan supaya saya mandi.


Hina bener orang belum mandi. 

Maka biar asal-asalan, biar dengan sabun sebesar lidah kucing, bahkan seringkali dengan deterjen pencuci baju atau deterjen pencuci piring, saya selalu berusaha mandi. 


Kembali ke cairan detol yang ada di kamar mandi, baru pagi tadi saya baca keterangan pada botolnya, "Bodywash", setatahu saya, itu tanda ini pembersih badan, sebab kata itu sering saya baca pula, di kemasan sabun cair lifebuoy, atau biore. Botol ini atasan saya sediakan di kamar mandi, biar digunakan, sungguh menyenangkan, jadi tak perlu lagi mikir beli sabun, sudah ada sabun gratisan, hehe....

...dan yang lebih menyenangkan, ukuran botol ini besar, jadi rasanya tenang, karena pasti tahan lama. Saya ingin berterima kasih pada atasan saya, tapi jika ini saya sampaikan, khawatir salah, keinginan itu saya tahan. Biar di tulisan ini saja saya menyampaikannya, terima kasih Pak!

Dari kerjadian ini, saya coba mengambil pelajaran.

Kenapa saya sampai sekatro ini? Sekian lama sabun cair di kamar mandi, kenapa masih saja saya gunakan sabun murahan?

Malas membaca, itulah sebabnya.

Inilah bukti nyata malas membaca bisa jadi sebab serius ke-katro-an seseorang. Dan sekarang, nyata-nyata terjadi pada saya.

Sebelum membaca keterangan di botolnya, saya mengira itu cuma sabun cuci tangan. Sekian lama pun terbiarkan. Saya kira Wiro begitu juga, meski sabunnnya sendiri sudah sebesar sendok bubur ayam, meski botol ini dia lihat setiap mandi, pasti sama dengan saya, karena dia pun malas membaca, sabun itu dia biarkan.

Sekarang saya jadi curiga, jangan-jangan, malas baca pun merupakan penyebab katro-katron lainnya.

Related Posts:

0 Response to "Katro Stadium 4, Akibat Malas Membaca"

Post a Comment