Seperti pisau, jika ingin tajam harus diasah. Begitulah menulis, jika ingin tajam, harus diasah.
Kenapa harus diasah?
Kenapa harus diasah?
Seperti pisau, semakin diasah, semakin tajam. Semakin tajam, semakin mudah digunakan, semakin lancar saat mengiris tomat, daging atau mengupas buah, dan bagus hasilnya, tidak tersendat, tidak robek-robek seperti jika dipotong dengan pisau kurang tajam.
Kemampuan menulis begitu juga, semakin diasah, semakin tajam, semakin lancar melahirkan isi pikiran. Seringnya menulis tersendat-sendat, seperti yang sering Anda alami, takkan lagi terjadi. Insya Allah.
Pertanyaannya sekarang, bagaimana mengasah kemampuan menulis?
Dengan banyak membaca.
Bagi Anda para penulis, membaca itu mengasah.
Semakin banyak Anda membaca, menulis Anda semakin lancar.
Takkan tersendat.
Semakin banyak Anda membaca, menulis Anda semakin lancar.
Takkan tersendat.
Kenapa?
Karena membaca, berarti memasukkan kata-kata ke dalam otak, semakin banyak kata masuk ke dalam otak, semakin banyak otak itu memproses kata-kata. Semakin banyak memproses kata-kata, semakin otak itu punya banyak kosa kata. Semakin banyak otak punya kosa kata, semakin mudah saat ingin mengungkapkan sesuatu ke dalam tulisan, karena, kata-kata apapun, sudah tersedia di sana. Ibaratnya ibu yang mau masak, jika persediaan bahan makanan di dapurnya banyak dan lengkap, maka mau masak apa saja dia leluasa.
Saya kiran Anda pernah, punya ide, namun saat ingin Anda tuliskan, pikiran malah tersendat. Ide jadi terhambat. Sudah berada di depan kaca, tangan susah siap dia atas tuts lap top Anda, namun entah mengapa, malah jadi batu nisan. membeku tak bisa apa-apa.
Di situlah pentingnya membaca membaca. Yang rajin membaca, punya banyak kosa kata. Punya banyak kosa kata, takkan susah saat menulis cerita.
Karenanya, jika memang benar pandai menulis ini rencana masa depan Anda, ingin menjadi penulis profesional, atau ya sekedar pandai berkisah, dan mengeluarkan isi kepala ke dalam tulisan dengan mudah, maka membaca seharusnya menjadi agenda.
Karenanya, tidak perlu merasa rugi membeli bahan bacaan. Buku, majalah, itu bukan pemborosan.
Itu investasi buat Anda.
Itu investasi buat Anda.
0 Response to "Bagaimana Mengasah Kemampuan Menulis?"
Post a Comment