TEMPAT TERBAIK MENULIS TEMA "JOMBLO"

Ingin menjadi apa Kamu, pilihlah lingkungan begitu. Ingin jadi ahli mesin, masuk lingkungan ahli mesin. Mau jadi pedagang, masuk lingkungan pedagang. Ingin jadi penulis, masuk lingkungan penulis.

Terasa memang, masuk penerbitan, motivasi menulis jadi terdengar setiap hari. Sana-sini bicara nulis. Saran, kritikan, masukan, dan pelajaran kepenulisan dengan sangat mudah saya dapatkan. Seperti siang ini...

"Mas Wiro ini aneh. Niat mau nulis komedi, dengar lagunya melow semua." kritik Wulan pada Wiro yang baru saja selesai menikmati lagu melow.

"Oh iya ya!" saya setuju. Bukannya Wiro yang menyahut, malah saya terus nyerocos, "Harusnya totalitas ya. Seperti Muhammad Fauzil Adhim, itu waktu menulis buku Agar Cinta Bersemi Indah, yang di dalamnya berisi keromantisan-keromantisan, dia sengaja menulis sambil memutar musik-musik romantis, menggunakan pengharum ruangan, dengan suasana ruangan yang juga penuh keromantisan."

Obrolan pun berlangsung, hingga saya teringat Wiro yang senang menulis tentang jomblo. Seketika itu juga saya memberi masukan pada Wiro yang sedang duduk di samping kulkas.

"Nah Wir, kamu kan nulis tentang Jomblo. Bagusnya nulis di dalam kulkas. Jadi dinginnya benar-benar terasa."

Related Posts:

0 Response to "TEMPAT TERBAIK MENULIS TEMA "JOMBLO""

Post a Comment