Menjadi Ibu Penuh Kasih Sayang

Keampuhan cerita dalam menyampaikan pesan, telah terpercaya sepanjang jaman. Para orang tua dahulu, mengajarkan pepatah kepada anak-anak melalui cerita. Sekarang kita mengenal banyak cerita rakyat, itu susunan para orang tua sebagai media mereka menyampaikan pesan kepada anak-anaknya. Dari tanah Sunda, kita mengenal kisah Si Kabayan, di dalamnya mengandung banyak pesan sederhana tentang mencintai alam, tentang kepolosan seorang desa, tentang kepasrahan, penerimaan, kemalasan, dan berbagai pelajaran moral lain yang bisa dipetik orang.

Dari daerah lain, kita mendengar kisah Lebai Malang dari Sumatra Barat mengandung pesan pentingnya fokus dalam bekerja. Saat kita sudah menetapkan sebuah tujuan, maka jika ingin sukses, fokus seharusnya hanya kepada tujuan itu. Ketika tujuan menjadi bercabang-cabang, maka takkan satu tujuan pun akan tercapai dengan baik. Ketika seseorang memburu dua kelinci makan takkan mendapatkan seekor kelinci pun.

Asma Nadia mau menyampaikan pesan kepada para Ibu, kepada para orang tua. Ingin menyampaikan berbagai hal tentang ilmu keorangtuaan, dan dia menyampaikannya dengan cerita. Cerita dari banyak orang tua yang disampaikan kepadanya melalui email, kemudian mendapatkan pengeditan menjadi tulisan dengan "rasa" Asma Nadia, yang sudah khas punya kelembutan dalam menyampaikan pesan.

"La Tahzan For Mother" begitulah judul buku ini pada mulanya, saat diterbitakn Lingkar Pena. Diterbitkan ulang oleh Asma Nadia Publishing House menjadi Catatan Hati Ibunda, cukup mendapatkan respon bagus dari pembaca. Memang saat saya sendiri membaca, kisah-kisah di dalamnya mengalir lancar. Sambil merasakan penasaran, membaca dari lembar ke lembar, dari halaman ke halaman, saya mendapatkan banyak hal, terutama tentang bagaimana mendidik anak dengan kasih sayang.


Related Posts:

0 Response to "Menjadi Ibu Penuh Kasih Sayang"

Post a Comment