Otak Wiro tentang "Sunnah Rasul"

Ini benar-benar daging ayam, bukan daging Wiro. Ini kisah nyata, dan lupakan kisah sadis "Dana Kehabisan Lauk."

Ada ayam goreng dari Pak Isa, dan kami--saya dan Wiro--nikmati bareng di meja bundar, tempat kami biasa rapat.

Merasa jari kotor, saya ambil plastik peyek. Membuka dan menumpahkan isinya ke nasi, kemudian kantongnya, saya pakai buat mencomot nasi.

"Lo gimana sih Dan? Kok makan pake plastik?" ketus Wiro.

"Oh iya ya" saya terima saran Wiro, "Kenapa tidak pakai jari. Itu kan sunnah rosul." gumam saya ngeloyor ke wastafel. Cuci tangan.

Mendengar kata "Sunnah Rasul" Wiro nyeletuk serius, "Bukannya itu malam jum'at?"

Saya ngakak. Sambil kembali ke meja, saya teriak keras, "Jadi selama ini Lo pikir "Sunnah Rosul" itu yang malam Jumat doang?"

*   *   *








Related Posts:

0 Response to "Otak Wiro tentang "Sunnah Rasul""

Post a Comment