Saya tahu ini setelah belajar membuat nasi goreng. Kenapa nasi goreng saya rasanya biasa-biasa saja. Dibubuhi ulekan muncang dan tomat malah membuatnya jadi enek. Pasti kedua bumbu itu tidak diperlukan. Tomat sepertinya hanya cocok buat pemantas, dibubuhkan tanpa diulek.
Jadi harus pakai apa?
Bawang putih sudah, bawang merah sudah, garam sudah, kecap sudah. Lalu apa?
Begitulah saya terus mencoba dan mencoba dan masih saja biasa.
Menggunakan bumbu penyedap dari warung juga salah. Royco memang gurih, tapi ditaburkan ke nasi goreng seperti jadi masalah. Kurang enak.
Jadi harus apa?
Si Dita, teman karyawan di samping saya, saya tanya, :"Bumbu nasi goreng itu apa bagusnya?"
"Bawang putih, bawang merah, garam..."
"Terus?"
"Kecap....."
"Terus?"
"Lada...."
"Oh jadi pakai lada?"
Saya coba pake lada. Lada bubuk praktis sasetan dari pasar. Dan ternyata enak. Iya pake lada rasanya jadi cihuy. Maka sampai sekarang, tiap kali buat nasi goreng, jika memang tersedia di lemari, tak pernah lupa saya bubuhkan lada.
Wajar dulu orang Eropa jauh-jauh datang ke negeri kita demi memburu lada. Lada memang enak.
Nah, sop juga.
Bagi yang tak biasa masak, ditanya apa rasa khas dalam sop pasti susah jawab.
Setelah saya coba sendiri masak, ternyata rasa khasnya ada pada seledri dan lada. Tanpa kedua bumbu itu, sop pasti kurang enak. Seledri dan lada bagi sop itu bagai daun jeruk purut bagi soto. Soto tanpa wangi daun jeruk purut bukan soto namanya. Lalu apa? Gak tahu, mungkin Siti..hehe.
0 Response to "Akhirnya Saya Tahu Kenapa Orang Eropa Memburu Rempah-Rempah"
Post a Comment