Jika Ingin Batin Penuh Kedamaian

Orang lain sudah stabil hidupnya, menjalani kebenaran dengan lurus hingga mereka semua merasakan kebahagiaan dan ketenangan, sedangkan saya, masih saja menjalani perang antara hak dan batil, benar dan salah, kasar dan lembut, sombong dan rendah hati.

Dalam mengisi pikiran, seharusnya saya sudah bisa lurus, hanya memasukkan hal-hal baik saja ke dalam pikiran. Membaca buku-buku bagus, mendengar ceramah agama, pengetahuan berharga, film-film bergizi, dan terus memasukkan hal-hal baik saja, dan jangan memberi kesempatan sedikit pun memasukkan hal-hal tidak baik, yang bisa merusak pikiran. Namun saya, masih saja suka melayani nafsu buat memasukkan hal-hal tidak baik ke dalam pikiran dengan tontonan-tontonan tidak berguna.

Juga dalam memilih sikap. Harusnya saya sudah yakin dengan satu pilihan, yaitu kelembutan dan kesabaran, dan yakin sifat itu akan membawa kebaikan, kesenangan, dan kebahagiaan, meski mungkin ada  juga orang kurang berpengetahuan melecehkan. Namun nyatanya, masih juga saya bersikap kasar. Seperti semalam, ada pelanggan di toko online yang belanja dengan banyak bertanya, dan terus saja bertanya, membuat saya jenuh menjawabnya, saya mengeluh sendiri di depan meja. Euhhhhhhggggg.meski orang itu tidak mendengarnya, namun teman kerja saya mendengarnya. Kemarahan itu benar-benar menjatuhkan saya.

Padahal andai saja saya lurus, memilih satu sikap lembut saja sebagai pilihan, apapun yang terjadi, dan memilih memasukkan hal-hal baik saja ke dalam pikiran, dan hanya melakukan kebaikan-dan kebaikan, maka takkan terjadi pertentangan dalam pikiran, maka hasilnya sudah bisa diperkirakan, jika dalam batin sendiri sudah tak ada lagi pertentangan, maka bagai sebuah negara tanpa pertenangan, batin saya pun akan penuh dengan kedamaian.

Apakah saya mau punya batin penuh kedamaian?

Mengapa tidak....?

Jangan cuma mau, tapi harus. Sebab batin penuh kedamaian akan menimbulkan badan penuh kesehatan.

Related Posts:

0 Response to "Jika Ingin Batin Penuh Kedamaian"

Post a Comment