Ada masa sakit, ada masa sehat. Dan sekarang, masanya saya menikmati sehat. Alhamdulillah, enak sekali rasanya, makan nikmat, minum nikmat. Sebelumnya sewaktu sakit, minum rasanya pahit. Kata orang Sunda, CAI ASA TUAK BARI KEJO ASA CATANG BOBO....artinya, air serasa tuak basi, nasi rasa kayu busuk.....betul-betul tidak enak. Makan ke warung, padahal nasi diberi sedikit oleh tukang warung, padahal nasinya putih, pulen, dan wangi, harusnya kurang dan ingin nambah lagi, tapi sewaktu saya sakit, tak sanggup menghabiskan. Beberapa sendok, sudah mual, dan "Mbak, sisanya dibungkus saja mbak. Buat nanti lagi, minum obat."
Satu-satunya air yang nikmat saya minum adalah air hangat suam-suam kuku. Benar kata Bu Dian, dia sarankan supaya minum air hangat, memang iya nikmat. Hehe, sebenarnya dia gak mau disebut Bu Dian, tapi gak apa-apalah. Semoga dia tidak nyasar dan baca tulisan ini.
Sekarang sudah sehat. Baru saja saya nikmati semangkuk nasi. Bertemankan tempe kering. Cukup nikmat. Meski seleranya tak sebagus dulu.
Saya mengaku, dengan pengakuan penuh rasa malu, sakit yang kemarin saya derita, telah menjadi bukti nyata, saya bukan seorang penyabar. Sesungguhnya seorang penyabar itu, dia menahan diri dari mengerang dan mengeluh sedangkan saya, tidak kuat rasanya sakit sambil berdiam diri. Mulut ini, mengeluh nyaris tiada henti. Saat berbaring, saat makan, saat minum, keluhan keluar.....aduhhhh....aahhh ya Allah....aduh pahit...ya Allah sembuhkanlah saya. Padahal tak terhitung ribuan hari Allah berikan bersama kesehatan, namun seakan saya lupakan, diberi sakit beberapa hari saja, saya tak bisa menahan...saya bukan penyabar.
Ya, saya bukan seorang penyabar. Karenanya....karena saat sakit saya tidak bisa menjadi seorang penyabar, harusnya sekarang, saat sembuh, sehat, dan merasakan kesegaran badan, saya harusnya bisa menjadi orang yang bersyukur. Jika saat sakit saya tak bisa menjadi penyabar, harusnya sekarang setelah sehat, saya harus bisa menjadi orang bersyukur.
Ngobrol tentang syukur, saya masih percaya, syukur adalah cara terindah menikmati hidup. Dengan syukur, nikmat yang sebelumnya tersembunyi bisa terungkap.
Syukur adalah berterima kasih.
Syukur adalah menyebut-nyebut kebaikan Allah kepada kita
Orang yang tidak bersyukur kepada manusia tidak bersyukur kepada Allah
Orang yang tidak mensyukuri nikmat kecil takkan juga dia mensyukuri nikmat besar
Saya bersyukur bisa bekerja di sini, bisa menggunakan internet secara bebas, bisa menggunakan komputer secara bebas, bisa memegang handphone canggih. Canggih menurut saya tentu saja, hal yang sebelumnya, tidak bisa saya nikmati karena, jangankan uang buat beli handphone--buat dibawa pulang ke rumah saja kadang bingung...
Jadi, mengapa saya tidak bersyukur
Segala kenikmatan, kemudahan, kesenangan, kebaikan, dengan murah dan mudah di sini saya dapatkan.
0 Response to "Bersyukur"
Post a Comment